Byd Tolak Dimasukkan Daftar Hitam 'perusahaan Militer China' Oleh As

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

BYD menolak dimasukkannya nama mereka ke dalam daftar 'Perusahaan Militer China' nan dikeluarkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS). BYD berdasar penetapan itu tak mendasar dan sah serta tidak bakal secara material memengaruhi operasinya.

Respons ini muncul usai Pentagon menerbitkan daftar Section 1260H 'Perusahaan Militer China' jenis terbaru nan sekarang mencakup 80 perusahaan induk dan 188 entitas China. Isi daftar telah meluas hingga ke sektor kendaraan listrik, baterai, kepintaran buatan, dan kendaraan otonom China.

Car News China menjelaskan BYD merilis pernyataan pada 9 Juni nan isinya menyatakan mereka bukan perusahaan militer China maupun perusahaan campuran militer-sipil nan mengenai industri pertahanan China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BYD, nan baru-baru ini mengatakan mau menjadi produsen mobil terbesar bumi dalam waktu setidaknya lima tahun, mengatakan tidak ada dasar nan sah nama perusahaan masuk daftar dan menekankan bahwa penetapan tersebut bukan merupakan tindakan sanksi.

BYD menambahkan pencantuman tersebut tidak bakal memengaruhi operasi upaya normal, hubungan komersial, alias aktivitas perdagangan sekuritasnya. BYD juga menyatakan pembatasan mengenai pengadaan Departemen Pertahanan AS tidak bakal secara material memengaruhi bisnisnya dan mengatakan mereka dapat memulai prosedur peninjauan alias tindakan norma untuk meminta penghapusan dari daftar tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan hukum

Produsen mobil listrik China lain nan masuk daftar, Nio, juga merilis pernyataan melalui Bursa Efek Hong Kong tak lama setelah pembaruan Pentagon.

Nio menyatakan mereka bukan perusahaan militer China maupun perusahaan campuran militer-sipil nan mengenai pedoman industri pertahanan China. Nio mengatakan bakal secara aktif berkomunikasi dengan Departemen Pertahanan AS untuk meminta koreksi atas penetapan tersebut dan dapat menempuh upaya norma jika perlu untuk melindungi kepentingan pemegang saham.

Tanggapan terkoordinasi ini menyoroti penolakan lebih luas dari perusahaan teknologi dan otomotif China nan terkena akibat daftar hitam terbaru Pentagon.

Tidak seperti hukuman Departemen Keuangan AS alias langkah-langkah pengendalian ekspor Departemen Perdagangan, daftar Section 1260H tidak secara otomatis membekukan aset, melarang transaksi komersial, alias melarang perdagangan sekuritas.

Dampak paling langsungnya mengenai pembatasan pengadaan Departemen Pertahanan, sekaligus meningkatkan pengawasan kepatuhan seputar perusahaan nan terdaftar.

Daftar hitam ini menyusul bagian nan tidak biasa pada Februari ketika daftar Pentagon nan pada dasarnya serupa sempat muncul secara daring sebelum dihapus dalam hitungan menit.

Versi sebelumnya dilaporkan mencakup BYD, Alibaba, dan Baidu, nan mengisyaratkan ekspansi lebih luas nan secara resmi dirilis bulan ini.

Pentagon sebelumnya beranggapan bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut mempunyai hubungan langsung alias tidak langsung dengan ekosistem industri militer China alias inisiatif fusi militer-sipil.

Pada April, Senator AS Elissa Slotkin menggambarkan kendaraan buatan China sebagai "kanker" bagi industri otomotif dunia dan menyerukan support internasional untuk larangan komprehensif terhadap kendaraan buatan China. Proposal tersebut melampaui tarif dan menganjurkan pembatasan terkoordinasi di antara sekutu AS.

Meskipun daftar Section 1260H Pentagon secara norma berbeda dari kebijakan perdagangan, kontrol ekspor, dan program sanksi, kedua perkembangan tersebut mencerminkan peningkatan pengawasan keamanan nasional nan diarahkan pada produsen mobil China, produsen baterai, pemasok kendaraan otonom, dan perusahaan teknologi.

(fea/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-oto