Jakarta, CNN Indonesia --
BYD Indonesia buka bunyi mengenai kejadian kebakaran nan sempat terjadi di area pabrik mereka di Subang, Jawa Barat. Perusahaan menegaskan kejadian tersebut hanya kejadian mini nan dipicu keteledoran pihak kontraktor.
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan titik kebakaran terjadi pada bagian mini di area genting bangunan. Menurut dia, api muncul akibat kelalaian oknum kontraktor saat bekerja di letak proyek.
"Memang ada sedikit keteledoran dari oknum pihak kontraktor sehingga menyebabkan ada bagian mini di posisi genting nan terbakar," kata Luther saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan material nan terbakar merupakan bahan tertentu nan menghasilkan asap cukup tebal. Kondisi tersebut membikin kepulan asap terlihat besar meski area nan terdampak relatif kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena material nan terbakar itu tertentu, menyebabkan asap nan cukup tebal. Namun memang terlihat asapnya ngebul lantaran material nan terbakar berbahan plastik dan karet," ujarnya.
Luther memastikan api dapat segera dikendalikan tanpa menimbulkan akibat berfaedah terhadap proyek pembangunan pabrik.
Proses pemadaman dilakukan secara berdikari dengan support akomodasi pemadam nan tersedia di lokasi.
"Tapi setelah pemadaman secara berdikari dan ada akomodasi pemadaman juga, hanya dalam waktu 10 menit selesai," tutur dia.
BYD menegaskan kejadian tersebut tidak mengganggu aktivitas maupun tahapan pembangunan pabrik nan saat ini memasuki fase finalisasi.
"Aktivitas pabrik tetap berjalan, tidak terganggu, termasuk persiapan finalisasinya," kata Luther.
Sebelumnya, ramai di media sosial mengenai rekaman video dengan narasi pabrik BYD di Subang terbakar.
Dalam rekaman video terlihat sebuah gedung nan belum sepenuhnya jadi mengeluarkan asap pekat berwarna hitam. Video diduga diambil dari gedung lain nan lebih tinggi.
"Diduga akibat puntung rokok, pabrik BYD Subang dilaporkan terbakar. Sejumlah pekerja berceceran selamatkan diri," tulis akun tersebut di Instagram.
Pabrik di Subang merupakan investasi anyar BYD dengan nilai investasi Rp11,2 triliun. Fasilitas tersebut ditargetkan segera beraksi dan diklaim bisa menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·