Bukan Karena Estetika, Ini Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Bulat

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 10 Jun 2026 14:00 WIB

Kenapa jendela pesawat dibuat bulat? Ternyata ada pengalaman kelam nan mengubah corak jendela pesawat modern. Ilustrasi. Kenapa jendela pesawat dibuat bulat? Ternyata ada pengalaman kelam nan mengubah corak jendela pesawat modern. (Raihannisa Fitriah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada banyak tipe pesawat komersial dengan beragam fitur. Namun semua pesawat mempunyai kesamaan ialah corak jendelanya. Jendela pesawat dibuat bulat alias tanpa sudut. Alasannya rupanya bukan soal estetika.

Kamu lebih suka duduk dekat jendela alias lorong? Penikmat pemandangan luar pesawat bisa dipastikan mau duduk dekat jendela bulat pesawat demi mengabadikan momen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disadari alias tidak, pesawat apa pun nan Anda tumpangi semua mempunyai kesamaan ialah corak jendelanya. Semua jendela pesawat dibuat tanpa perspektif alias bulat.

Berkaitan dengan sejarah kelam penerbangan

Dari segi kreasi memang menarik. Namun rupanya pemilihan corak jendela pesawat bukan semata-mata demi estetika.

Wayne Maltry, seorang insinyur konsultan di Engineering Design & Testing Corp. nan mahir dalam investigasi kecelakaan pesawat berbicara ini berangkaian dengan sejarah kelam penerbangan dunia.

Dulu, kata dia, jendela pesawat bentuknya persegi karena mudah dibuat dan dipasang.

"[Namun] tidak ada nan menyadari ancaman nan melekat pada jendela persegi," kata Maltry seperti dikutip dari Reader's Digest.

Rangkaian kecelakaan besar membikin industri penerbangan mencari tahu penyebabnya. Kurang dari setahun tiga pesawat De Havilland Comet nan dimiliki British Overseas Airways Corporation jatuh.

Satu pesawat jatuh usai lepas landas dari Calcutta, India pada Mei 1954, lampau menyusul pada Januari 1954, dan nan ketiga jatuh di lepas pantai Italia pada April 1954.

"Investigasi kecelakaan selanjutnya mengungkapkan bahwa badan pesawat pecah akibat tekanan kabin nan diterapkan pada retakan badan pesawat nan menjalar dari perspektif jendela persegi di bagian depan atas," kata Maltry.

Ini argumen jendela pesawat berbentuk bulat.Ilustrasi. Bentuk jendela pesawat usai 1950-an dibuat bulat demi menghindari kecelakaan. (Michelle Florenzia)

Setelah kecelakaan beruntun tersebut, jendela pesawat dibuat bulat guna mengurangi tekanan di sudut-sudut jendela dan mencegah perkembangan retakan.

Selain itu, lanjut Maltry, corak bulat ini sama dengan portal lambung kapal luar angkasa, kapal laut, dan kapal selam. Bentuk bulat berfaedah untuk mengurangi konsentrasi tegangan di bawah pengaruh siklus tekanan dan perkembangan retakan mikroskopis alias makroskopis.

Pada badan pesawat nan terus-menerus mengalami tekanan dan dekompresi, retakan mikroskopis bisa terus berkembang dan menyebar perlahan.

"Paparan tegangan tinggi nan berkepanjangan meningkatkan laju kelelahan material," imbuhnya.

Jika retakannya cukup besar maka bisa sampai menembus badan pesawat sehingga memicu dekompresi kabin. Pesawat pun bisa kehilangan bentuk, merusak pesawat sehingga tidak bisa terbang sebagaimana mestinya. Lebih parah, pesawat bisa lenyap kendali nan mengakibatkan kecelakaan.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle