SAMPIT – Kondisi cuaca nan tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir menandakan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memasuki masa peralihan musim Pada fase ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem nan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan secara umum periode April hingga Mei merupakan masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
“Secara garis besar, kemungkinan besar kita sudah memasuki fase peralihan. Di periode ini perlu waspada terhadap potensi musibah hidrometeorologi,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Ia menjelaskan, pada masa pancaroba kondisi atmosfer condong tidak stabil, sehingga berpotensi memicu beragam kejadian cuaca ekstrem, seperti hujan lebat nan terjadi secara tiba-tiba serta angin kencang.
“Dalam fase peralihan musim ini, kejadian ekstrem biasanya lebih sering terjadi. Itu nan perlu diwaspadai masyarakat,” jelasnya.
Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat terjadi angin kencang nan berpotensi menyebabkan pohon tumbang.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca nan terjadi secara mendadak, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Yang krusial tetap waspada, lantaran di masa transisi ini cuaca bisa berubah dengan sigap dan susah diprediksi,” terangnya.
Sementara itu, musim tandus di Kotim diprakirakan mulai terjadi pada Juni mendatang, dengan lama nan diprediksi lebih panjang dibandingkan kondisi normal, ialah bisa mencapai sekitar 120 hari. (nardi)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·