Bmkg Sebut El Nino Mulai Masuk Ri Bulan Ini, 'puncak' Panasnya Kapan?

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jakarta -

Fenomena suasana El Nino diperkirakan mulai memengaruhi Indonesia sejak April 2026. Hal ini disampaikan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rira Damanik, nan menyebut kondisi El Nino sudah terindikasi muncul dalam kategori lemah.

"Terindikasi El Nino mulai masuk pada bulan April dalam kategori lemah dan berasas prediksi BMKG pada periode Mei hingga Oktober 2026, El Nino berada pada kategori lemah hingga sedang," jelas Rira kepada detikcom, ditulis Rabu (29/4/2026).

Sejalan dengan prediksi BMKG, lembaga internasional World Meteorological Organization (WMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperkirakan El Nino bakal kembali berkembang pada pertengahan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WMO menyebut kondisi El Nino berkesempatan muncul pada periode Mei hingga Juli, dengan indikasi awal menuju fase nan lebih kuat.

"Setelah periode netral di awal tahun, terdapat kepercayaan tinggi bakal munculnya El Nino nan kemudian dapat menguat," ujar Kepala Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, dikutip dari CNA.

Apa Itu El Nino dan Dampaknya?

El Nino merupakan kejadian pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di beragam wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, El Nino umumnya dikaitkan dengan:

  • Penurunan curah hujan
  • Musim tandus lebih panjang
  • Peningkatan akibat kekeringan dan kebakaran hutan

Fenomena ini terjadi secara alami setiap 2 hingga 7 tahun dan biasanya berjalan sekitar 9 hingga 12 bulan, bergantian dengan fase kebalikannya, ialah La Nina.

Suhu Global Berpotensi Kembali Meningkat

WMO juga mencatat El Nino sebelumnya berkontribusi terhadap peningkatan suhu dunia nan signifikan. Tahun 2023 tercatat sebagai salah satu tahun terpanas, sementara 2024 apalagi menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam pembaruan suasana dunia terbarunya, WMO memandang adanya kenaikan sigap suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuator, indikasi kuat kembalinya El Nino.

Ke depan, kondisi ini diperkirakan bakal menyebabkan kekuasaan suhu daratan di atas normal secara dunia dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan Iklim Perparah Dampak

Meski El Nino merupakan kejadian alami, WMO menegaskan bahwa perubahan suasana tidak secara langsung meningkatkan gelombang alias intensitasnya. Namun, pemanasan dunia dapat memperparah akibat nan ditimbulkan.

Laut dan atmosfer nan lebih hangat menyediakan daya dan kelembapan lebih besar, sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan hujan lebat.

Dengan beragam parameter tersebut, masyarakat Indonesia diimbau mulai mewaspadai potensi akibat El Nino, terutama memasuki pertengahan hingga akhir 2026.

:

(naf/kna)

Sumber detik-health