Blueberry Untuk Kesehatan Tulang, Benarkah Bisa Cegah Osteoporosis?

Sedang Trending 3 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 10 Jun 2026 08:15 WIB

Buah blueberry Ilustrasi. Blueberry rupanya bagus untuk kesehatan tulang. (Jeremy Ricketts)

Jakarta, CNN Indonesia --

Blueberry untuk kesehatan tulang rupanya bukan sekadar mitos. Buah berwarna biru keunguan ini dikenal sebagai sumber antioksidan nan baik bagi tubuh. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa blueberry juga berpotensi membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi akibat osteoporosis di kemudian hari.

Temuan tersebut membikin blueberry semakin menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari. Selain rasanya nan manis dan segar, buah ini juga kaya vitamin C, serat, serta senyawa bioaktif nan memberikan beragam faedah kesehatan.

Melansir Medical Center Health, peneliti dari U.S. Department of Agriculture pernah melakukan penelitian pada hewan pengerat nan tetap dalam masa pertumbuhan. Dalam studi tersebut, hewan uji diberikan makanan nan mengandung 10 persen serbuk blueberry kering beku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya menunjukkan bahwa golongan nan mengonsumsi blueberry mempunyai massa tulang nan lebih tinggi dibandingkan golongan nan tidak mendapatkan buah tersebut. Para peneliti menduga faedah ini berasal dari kandungan polifenol, ialah senyawa alami nan memberikan warna unik pada blueberry sekaligus berkedudukan sebagai antioksidan.

Meski penelitian lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan, temuan ini membuka kesempatan bahwa konsumsi blueberry sejak usia muda dapat membantu menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.

Hubungan stres oksidatif dan kesehatan tulang

Selama ini, stres oksidatif lebih sering dikaitkan dengan penuaan dan beragam penyakit kronis. Padahal, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan tulang.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih besar dibandingkan keahlian antioksidan untuk menetralisirnya. Ketidakseimbangan ini dapat mengganggu proses pembentukan dan perombakan tulang nan normal.

Melansir Italian Berry, dalam tulang terdapat sel berjulukan osteosit nan berkedudukan krusial dalam mengatur proses remodeling tulang. Ketika stres oksidatif menyebabkan kematian sel secara berlebihan alias apoptosis, keseimbangan tersebut terganggu sehingga tulang menjadi lebih rapuh.

Karena itu, makanan kaya antioksidan seperti blueberry dinilai berpotensi membantu melindungi tulang dari kerusakan akibat stres oksidatif. Selain itu, saribuah blueberry nan kaya polifenol mempunyai pengaruh perlindungan pada tingkat seluler.

Tak hanya itu, para intelektual juga menemukan bahwa blueberry untuk kesehatan tulang bekerja melalui sistem nan cukup kompleks. Senyawa aktif dalam blueberry diketahui bisa mengaktifkan protein berjulukan SIRT1.

Protein ini berkedudukan dalam mengatur kelangsungan hidup sel dan proses penuaan. Aktivasi SIRT1 dinilai krusial lantaran dapat membantu menghalang proses pengeroposan tulang tanpa merusak sel-sel nan bertanggung jawab menjaga struktur tulang.

Dengan kata lain, blueberry tidak hanya melawan radikal bebas, tetapi juga mendukung sistem perlindungan alami tubuh pada tingkat molekuler.

Jus alias ekstrak blueberry, mana nan lebih baik?

Penelitian tersebut juga menemukan kebenaran menarik. Efek perlindungan terhadap sel tulang rupanya tidak berbeda secara signifikan antara saribuah blueberry dan ekstrak blueberry kering, selama kandungan total polifenolnya sama.

Hal ini menunjukkan bahwa faedah blueberry dapat diperoleh dari beragam corak konsumsi, baik buah segar, jus, maupun produk olahan nan tetap mempertahankan kandungan senyawa aktifnya.

Meski demikian, blueberry segar tetap menjadi pilihan nan baik lantaran menyediakan serat, vitamin, dan nutrisi lain nan dibutuhkan tubuh.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle