CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 11:15 WIB
Gunung Slamet di Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jalur pendakian Gunung Slamet resmi dibuka kembali pada Rabu, 10 Juni 2026, setelah sempat ditutup selama dua bulan akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Keputusan ini diambil berasas kesepakatan berbareng antara pengelola jalur lingkar Gunung Slamet, Pos Pengamatan Gunung Api, dan Perhutani.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menjelaskan bahwa pembukaan jalur ini merujuk pada laporan unik Badan Geologi dan hasil pemantauan visual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut hasil pemantauan visual tersebut, menunjukkan kondisi Gunung Slamet relatif stabil tanpa lonjakan aktivitas nan signifikan.
"Pendakian dibuka lagi per tanggal 10 Juni setelah radius kondusif diturunkan dari 3 kilometer menjadi 2 kilometer. Meski statusnya tetap Level II (Waspada), kondisinya relatif stabil dan bisa dikatakan normal," ujar Sugeng, dikutip dari Detik.
Untuk menjaga keselamatan, pihak pengelola menerapkan sejumlah patokan ketat bagi para pendaki. Jalur Pos Bambangan di Kabupaten Purbalingga membatasi jumlah pendaki antara 700 hingga 900 orang per hari.
Sistem kuota nan diberlakukan Gunung Slamet ini merujuk pada akumulasi jumlah pendaki nan naik dan turun harian.
Pendaki dilarang keras memasuki radius kondusif 2 kilometer dari kawah. Batas akhir pendakian nan diizinkan hanya sampaiPos 9 alias Pelawangan(batas vegetasi terakhir).
Pihak pengelola Gunung Slamet juga menegaskan bakal memperketat pengawasan di lapangan demi memastikan keselamatan seluruh pendaki.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·