Bgn Pertimbangkan Klasterisasi Dapur Mbg, Insentif Disesuaikan Kelasnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Rencana pemerintah membagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam beberapa kelas dikonfirmasi Badan Gizi Nasional (BGN). Nantinya, dapur MBG berpotensi tidak lagi menerima insentif dengan nominal nan sama lantaran bakal disesuaikan dengan kategori dan kapabilitas layanannya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan tengah menyiapkan sistem penilaian terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG dengan pembagian kelas A, B, dan C. Klasifikasi tersebut nantinya bakal menjadi salah satu dasar dalam menentukan besaran insentif nan diterima setiap dapur.

Dua dapur dengan jumlah penerima faedah nan sama juga memungkinkan memperoleh insentif berbeda andaikan kualitas dan penilaian operasionalnya tidak sama. Dapur dengan kategori terbaik bakal mendapatkan insentif lebih tinggi dibandingkan kelas di bawahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, membenarkan bahwa skema pengelompokan alias klasterisasi dapur memang menjadi salah satu opsi nan sedang dikaji BGN.

"Salah satu opsi nan bakal diambil memang seperti itu ya, klasterisasi nan bisa dibuat. Karena memang jika kita merujuk mungkin daerah-daerah nan penduduknya tidak sebanyak Jawa, itu kan mungkin jumlah penduduknya tidak sebanyak Jawa. Nah itu salah satu opsi klasterisasi nan bakal kami eksplorasi," kata Agustina dalam konvensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Menurut Agustina, pengelompokan dapur menjadi krusial lantaran kondisi setiap wilayah berbeda. Daerah dengan jumlah penerima faedah lebih sedikit tidak dapat disamakan dengan wilayah padat masyarakat seperti Pulau Jawa.

Saat ini, seluruh SPPG tetap memperoleh pola insentif nan sama. Padahal, jumlah penerima faedah dan beban jasa setiap dapur berbeda-beda. Karena itu, BGN sedang melakukan penataan agar pemberian insentif dapat lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Meski begitu, Agustina menegaskan skema klasterisasi tersebut tetap berupa opsi nan sedang dieksplorasi. BGN tetap bakal menyusun sistem nan paling tepat dalam penyelenggaraan program MBG.


(mal/up)

Sumber detik-health