Beredar Kupon Palsu, Belasan Warga Jadi Korban Modus Iming-iming Daging Kurban Di Masjid Jami

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SAMPIT – Panitia kurban Masjid Jami As Salam di Jalan Iskandar Sampit Timur (Kotim) menemukan adanya peredaran kupon pembagian daging kurban tiruan saat penyelenggaraan penyaluran daging Iduladha 1447 Hijriah, Rabu 27 Mei 2026.

Sedikitnya lebih dari 10 penduduk diketahui datang membawa kupon nan diduga dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Panitia Kurban Masjid Jami As Salam, Muhammad Isa Anshari, mengatakan para korban nan membawa kupon tiruan merupakan penduduk nan jauh dari area masjid Jami.

Mereka berasal dari wilayah nan cukup jauh, sekitar radius 5 kilometer, apalagi ada nan dari area Pal 9 Jenderal Sudirman.

“Saat penduduk datang menukar kupon, kami langsung memandang ada perbedaan mencolok. Kupon tiruan berwarna hijau, sedangkan kupon original nan kami bagikan berwarna putih dan hitam,” ujarnya.

Menurutnya, selain warna nan berbeda, kualitas kertas kupon tiruan juga tidak sama dengan kupon resmi nan dicetak panitia. Kupon original menggunakan kertas nan lebih tebal, sedangkan kupon tiruan menggunakan kertas biasa dengan kreasi nan berbeda.

Meski demikian, pelaku diduga meniru info krusial nan terdapat pada kupon resmi. Nama masjid dan alamat nan tercantum pada kupon tiruan dibuat sama sehingga membikin masyarakat percaya dan tertipu.

“Nama dan alamat masjid memang sama. Karena itu penduduk mengira kupon tersebut asli. Namun setelah kami periksa, kreasi dan warna kupon berbeda sehingga dipastikan bukan kupon nan dibagikan panitia,” katanya.

Dari keterangan para korban, kupon tersebut didapat setelah melakukan transaksi dengan seorang laki-laki nan menawarkan beragam jasa dan barang. Modus nan digunakan antara lain menawarkan pembelian CCTV, servis peralatan elektronik, hingga aktivitas nan dikaitkan dengan sumbangan anak yatim.

“Ada korban nan mengaku membeli peralatan alias jasa sekitar Rp400 ribu dan dijanjikan bingkisan kupon daging kurban. Setelah transaksi selesai, orang nan memberikan kupon itu sudah tidak bisa dihubungi lagi,” jelasnya.

Informasi nan diterima panitia menyebut pelaku merupakan seorang laki-laki nan mengaku berasal dari panitia masjid. Ciri-ciri fisiknya disebut bertubuh agak pendek. Namun hingga sekarang identitas pelaku belum diketahui secara pasti.

Anshari menambahkan, dalam kupon tiruan tertulis agenda pengambilan daging pukul 08.00 WIB. Sementara kupon resmi nan dibagikan panitia mencantumkan agenda pengambilan pukul 14.00 WIB. Sehingga penduduk nan kena tipu kupon tiruan datang lebih pagi, sementara panitia tetap siap-siap melakukan penyembelihan.

“Ini pertama kalinya terjadi selama kami melaksanakan pembagian daging kurban. Karena itu ke depan kami bakal memperbaiki sistem dan kreasi kupon agar lebih kondusif serta tidak mudah dipalsukan,” tegasnya.

Panitia juga telah mengarahkan para korban untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Namun hingga sore belum ada laporan resmi nan masuk.

Meski membawa kupon palsu, beberapa korban nan datang pada sore hari tetap diberikan daging kurban sebagai corak kepedulian panitia. Sementara masyarakat diimbau lebih waspada terhadap beragam tawaran nan mengatasnamakan panitia kurban, terutama jika disertai iming-iming untung alias tanggungjawab bayar sejumlah duit untuk mendapatkan kupon. (Nardi)

Sumber info-lokal