Jakarta, CNN Indonesia --
Semifinal Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) kontra Bayern Munchen jadi ejawantah laga klasik, bertabur gol dan penuh tindakan bak menyaksikan movie laga. Akankah leg kedua Bayern vs PSG kembali jadi Absolute Cinema?
Leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen kontra PSG bakal tersaji di Stadion Allianz, Kamis (7/5) awal hari WIB. Ini adalah penentu tim dengan kualitas serangan terbaik menuju laga puncak.
Skor 5-4 pada leg pertama jadi bukti Bayern Munchen dan PSG adalah dua tim paling galak di Eropa. Keduanya mewujudkan prinsip dasar sepak bola, siapa lebih banyak cetak gol, dialah pemenangnya. Dalam perihal ini, Les Parisiens menduduki singgasana untuk sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil leg pertama PSG vs Bayern sekaligus gambaran tim paling produktif di Liga Champions musim ini. Kubu Prancis jadi tim dengan torehan terbanyak (43 gol) dan wakil Jerman ada di posisi kedua (42 gol) dalam urusan ini.
Jika dibandingkan dengan 'tetangga' semifinal antara Atletico Madrid dan Arsenal, jumlah gol jelas timpang. Los Rojiblancos mencatat 35 gol sementara The Gunners sejauh ini membukukan 29 gol.
Tak heran Bayern Munchen versus PSG meraup sanjungan penonton sebagai salah satu duel terbaik di Liga Champions musim ini. Pertanyaannya, akankah hujan gol kembali terulang?
Nyatanya tidak semua sekuel lebih baik dari cerita sebelumnya. Dalam bumi sinema misalnya, banyak movie tak lebih sukses dari jenis perdana. Tapi tak sedikit pula rilisan kedua justru memperkaya keseluruhan cerita.
Ambil contoh The Godfather II (1974) nan sebelumnya tak direncanakan ada. Kesuksesan The Godfather (1972) membikin sang sutradara, Francis Ford Coppola, mengiyakan rencana sekuel movie tersebut dan akhirnya jadi standar baru movie produksi Amerika.
Begitu juga movie lain seperti Terminator, The Toy Story, dan Top Gun. Keduanya sempat tak mau dibuat lanjutan. Namun ketika sekuel itu ada, justru banyak orang suka.
Tapi sepak bola beda cerita. Sudah sewajarnya tak ada nan tahu bakal seperti apa akhirnya. Dalam konteks Bayern versus PSG, bisa jadi leg kedua tak seintens nan pertama, namun dapat pula lebih panas dari nan sebelumnya.
Ini tergantung masing-masing dari tim dalam aksinya di lapangan. Melihat margin tipis agregat nan ada, mustahil bagi Bayern untuk tak mengejar ketinggalan dan PSG hanya tenang-tenang saja.
Bayern wajib menang dengan selisih dua gol demi lolos langsung ke final. Sedangkan PSG sebenarnya hanya butuh hasil seri untuk kembali melaju ke partai puncak seperti musim sebelumnya, tapi sekadar menjaga kelebihan saja tentu bukan perkara mudah untuk dilakukan begitu saja.
Baca lanjutan kajian ini di laman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·