Jakarta -
Strategi Microsoft untuk menghadirkan sejumlah game Xbox ke PS5 tampaknya menjadi keputusan nan tepat. Mereka sukses menghasilkan untung nan signifikan.
Dilaporkan bahwa raksasa teknologi tersebut telah memperoleh pendapatan kotor lebih dari USD 650 juta alias sekitar Rp 11,2 triliun, dari pertama kali mereka merilis game Xbox di PS5 hingga sekarang.
Alinea Analytics menemukan kebenaran bahwa Microsoft sudah sukses memikat hati gamer nan biasa bermain dengan konsol Sony. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan multiplatform memberikan untung finansial kepada perusahaan, meskipun langkah tersebut mendapat beragam reaksi dari pedoman pengguna intinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini muncul ketika ketua Xbox nan baru, Asha Sharma, mengisyaratkan kemungkinan peninjauan kembali strategi eksklusivitas mereka.
"Kami bakal mengevaluasi kembali pendekatan kami terhadap eksklusivitas, pembatasan waktu rilis, dan AI, dan bakal berbagi lebih banyak info seiring kami belajar dan mengambil keputusan," kata Sharma, dilansir Times of India, Kamis (7/5/2026).
Lantas gimana memangnya game Xbox meraih kesuksesan di PlayStation? Jadi menurut info Alinea Analytics, game seperti Forza Horizon 5 memimpin performa PS5, dengan keberhasilannya menghasilkan pendapatan sebanyak USD 323 juta dari 5,8 juta kopi nan terjual.
Kemudian ada Sea of Thieves nan menyusul setelah terjual sekitar 2,7 juta unit. Dari situ, game ini menyumbang pendapatan untuk perusahaan nyaris USD 100 juta.
Lalu ada game lain seperti The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered nan terjual 1,2 juta kopi. Game ini sukses menambah cuan Microsoft sekitar USD 58 juta.
Judul-judul lain seperti Grounded turut berkontribusi, lantaran laku 770 ribu kopi dan meraup pendapatan sebesar USD 24 juta. Secara total, 13 game buatan Xbox sukses melampaui nomor 100 ribu unit di PlayStation, dan menghasilkan pendapatan sekitar USD 667 juta.
Microsoft mengatakan bahwa pergeseran mereka ke arah merilis game di lebih banyak platform bermaksud untuk menjangkau pemain di luar Xbox. Sayangnya, perihal ini menuai kritik dari beragam pengguna lamanya, nan melihatnya sebagai langkah menjauh dari eksklusivitas.
(hps/fyk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·