Bapperida Dan Ukpr Kaji Pengembangan Agroforestri Lahan Gambut Di Kalteng

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berbareng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) menggelar pembeberan hasil “Kajian Lanjutan Pengembangan Pola Agroforestri Lahan Rawa Gambut Pasang Surut di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026”.

Kegiatan nan berjalan di instansi Bapperida Provinsi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkepanjangan melalui pengelolaan ekosistem gambut nan produktif, adaptif, dan berbasis konservasi lingkungan.

Ekspose dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, peneliti, serta sejumlah OPD provinsi, kabupaten, dan kota nan mempunyai perhatian terhadap pengelolaan lahan gambut di Kalteng.

Rektor Universitas Kristen Palangka Raya, Prof Dr Joni Bungai MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian ini merupakan corak kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan wilayah berbasis riset dan inovasi.

Penelitian tersebut dirancang untuk menjawab beragam persoalan pengelolaan lahan gambut, mulai dari degradasi lingkungan, penurunan kualitas hidrologi, ancaman kebakaran rimba dan lahan, hingga rendahnya produktivitas ekonomi masyarakat di area gambut pasang surut.

Kajian dilakukan melalui pendekatan multidisipliner dengan mempertimbangkan aspek biofisik, sosial, ekonomi, hidrologi, dan kelembagaan masyarakat. Dari hasil penelitian, pola agroforestri dinilai mempunyai prospek besar dalam mendukung rehabilitasi sekaligus pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan.

Sistem agroforestri dinilai bisa mengintegrasikan kegunaan ekologis dan ekonomi melalui kombinasi tanaman kehutanan, perkebunan, pangan, dan komoditas berbobot ekonomi tinggi nan adaptif terhadap kondisi gambut.

Electronic money exchangers listing

Tim peneliti juga menekankan pentingnya pengelolaan tata air berbasis konservasi hidrologi guna menjaga stabilitas muka air gambut dan mengurangi akibat kebakaran lahan. Sejumlah komoditas seperti jelutung, kopi, kelapa, pinang, dan sagu dinilai potensial dikembangkan pada area rawa gambut pasang surut.

Selain aspek teknis budidaya, keberhasilan agroforestri juga dipengaruhi kapabilitas masyarakat, support kelembagaan, akses teknologi, serta kebijakan pemerintah.

Plt Kepala Bapperida Provinsi Kalteng, Syahfiri SE, melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Dr Endy ST MT, menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut bakal menjadi referensi strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan wilayah berbasis lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan beragam pihak terkait, pengembangan agroforestri lahan rawa gambut diharapkan bisa menjadi model pembangunan berkepanjangan nan memberikan faedah ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Kalteng.(yan/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berbareng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) menggelar pembeberan hasil “Kajian Lanjutan Pengembangan Pola Agroforestri Lahan Rawa Gambut Pasang Surut di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026”.

Kegiatan nan berjalan di instansi Bapperida Provinsi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkepanjangan melalui pengelolaan ekosistem gambut nan produktif, adaptif, dan berbasis konservasi lingkungan.

Ekspose dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, peneliti, serta sejumlah OPD provinsi, kabupaten, dan kota nan mempunyai perhatian terhadap pengelolaan lahan gambut di Kalteng.

Electronic money exchangers listing

Rektor Universitas Kristen Palangka Raya, Prof Dr Joni Bungai MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian ini merupakan corak kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan wilayah berbasis riset dan inovasi.

Penelitian tersebut dirancang untuk menjawab beragam persoalan pengelolaan lahan gambut, mulai dari degradasi lingkungan, penurunan kualitas hidrologi, ancaman kebakaran rimba dan lahan, hingga rendahnya produktivitas ekonomi masyarakat di area gambut pasang surut.

Kajian dilakukan melalui pendekatan multidisipliner dengan mempertimbangkan aspek biofisik, sosial, ekonomi, hidrologi, dan kelembagaan masyarakat. Dari hasil penelitian, pola agroforestri dinilai mempunyai prospek besar dalam mendukung rehabilitasi sekaligus pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan.

Sistem agroforestri dinilai bisa mengintegrasikan kegunaan ekologis dan ekonomi melalui kombinasi tanaman kehutanan, perkebunan, pangan, dan komoditas berbobot ekonomi tinggi nan adaptif terhadap kondisi gambut.

Tim peneliti juga menekankan pentingnya pengelolaan tata air berbasis konservasi hidrologi guna menjaga stabilitas muka air gambut dan mengurangi akibat kebakaran lahan. Sejumlah komoditas seperti jelutung, kopi, kelapa, pinang, dan sagu dinilai potensial dikembangkan pada area rawa gambut pasang surut.

Selain aspek teknis budidaya, keberhasilan agroforestri juga dipengaruhi kapabilitas masyarakat, support kelembagaan, akses teknologi, serta kebijakan pemerintah.

Plt Kepala Bapperida Provinsi Kalteng, Syahfiri SE, melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Dr Endy ST MT, menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut bakal menjadi referensi strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan wilayah berbasis lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan beragam pihak terkait, pengembangan agroforestri lahan rawa gambut diharapkan bisa menjadi model pembangunan berkepanjangan nan memberikan faedah ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Kalteng.(yan/kpg)

Sumber prokalteng