Bacaan Niat Dan Doa Buka Puasa Tarwiyah-arafah Jelang Idul Adha

Sedang Trending 23 jam yang lalu

CNN Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 15:30 WIB

Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Tarwiyah-Arafah Jelang Idul Adha Ilustrasi. Berikut referensi niat puasa Tarwiyah dan Arafah nan dapat dilafalkan saat hendak menjalankan ibadah tersebut. (iStockphoto/MuhammadAlimaki)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pada bulan Zulhijah terdapat puasa sunnah nan bisa dikerjakan oleh umat muslim, khususnya bagi mereka nan tak melakukan ibadah haji ke Tanah Suci.

Puasa sunnah pada bulan Zulhijah tersebut ialah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa itu dianjurkan lantaran mempunyai banyak keutamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Arafah spesial lantaran nan mengerjakannya bakal dihapuskan dosa setahun sebelum dan setahun nan bakal datang.

"Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun nan lampau dan setahun bakal datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) bakal menghapuskan dosa setahun nan lalu." (HR. Muslim no. 1162)

Lalu, apa bedanya antara puasa Tarwiyah dengan puasa Arafah? Perbedaannya terletak dari waktu pelaksanaan.

Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah ditunaikan pada 9 Zulhijah.


Bacaan niat dan angan buka puasa Tarwiyah dan Arafah

Bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah pun berbeda. Berikut bacaannya nan dapat Anda lafalkan saat hendak menjalankan ibadah tersebut.

Bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah

Melansir kitab Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah nan diterbitkan oleh Ruang Kata, referensi niat puasa Tarwiyah nan bisa Anda bacakan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah lantaran Allah Ta'ala."

Sementara untuk referensi niat puasa Arafah Anda dapat mengucapkan angan ini.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Saya niat puasa Arafah, sunnah lantaran Allah Ta'ala."

Niat puasa tersebut dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu subuh. Namun, sebagian ustadz juga membolehkan niat puasa sunah dilakukan pada pagi hari selama seseorang belum makan alias minum sejak terbit fajar.

Walau begitu, membaca niat tetap krusial dilakukan agar ibadah puasa nan dijalankan terasa lebih mantap dan penuh kesungguhan. Selain itu, niat juga menjadi pembeda antara ibadah puasa dengan sekadar menahan lapar dan haus biasa.

Doa buka puasa Tarwiyah dan Arafah

Untuk referensi buka puasa Tarwiyah dan Arafah tak ada perbedaan dengan referensi buka puasa lainnya. Berikut isi referensi doanya:

للَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ،
وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Ya Allah untuk-Mu saya berpuasa dan dengan rezeki-Mu saya berbuka, telah lenyap dahaga, urat-urat telah menjadi basah, dan pahala bakal tersimpan insya Allah.

Selain angan itu, berikut referensi buka puasa lain juga dianjurkan, termasuk ketika buka puasa Tarwiyah dan Arafah.

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى.

"Telah lenyap rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa'i. Daruquthni mengatakan bahwa hadits ini isnad-nya shahih)

Tidak hanya membaca doa, umat muslim juga dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika waktu magrib telah tiba. Hal tersebut termasuk sunah nan diajarkan Rasulullah Saw. dan menjadi salah satu corak ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa sunah di bulan Zulhijah.

Itulah referensi niat dan angan buka puasa tarwiyah Arafah nan bisa dijadikan rujukan. Semoga bermanfaat!

(san/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-edu