Awas! Pesan Dokter Onkologi, Pola Makan Seperti Ini Bisa Picu Kanker Payudara

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Kanker tetap menjadi salah satu penyakit dengan nomor kematian tinggi di dunia. Selain aspek genetik dan lingkungan, pola makan sehari-hari juga disebut punya peran besar dalam meningkatkan akibat kanker.

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi Dr dr Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM mengatakan sampai sekarang memang belum ada aspek pasti penyebab munculnya kanker.

Namun, pola makan nan tidak sehat, termasuk nan surplus kalori hingga menyebabkan obesitas disebut lebih rentan terjadi kanker seperti breast cancer alias kanker payudara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kanker tetek memang ada aspek keturunan bisa bermain di situ. Ada nan namanya mutasi BRCA. Kemudian ada aspek nan lain, misalkan aspek kegemukan," kata dr Jeffry di sela-sela The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

"Jadi ada penelitian menunjukkan bahwa populasi wanita nan obesitas itu mempunyai akibat terjadinya kanker lebih tinggi, dibandingkan nan tidak obesitas," sambungnya.

Lalu, konsumsi alkohol nan berlebihan, lanjut dr Jeffry dapat meningkatkan akibat munculnya kanker payudara.

dr Jeffry menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan, baik itu berdikari alias klinis. Pemeriksaan klinis bisa memilih mammografi, terutama pada wanita usia di atas 40 tahun alias nan mempunyai riwayat kanker tetek dalam keluarga.

Sebagai informasi, mammografi merupakan pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kelainan pada jaringan payudara, termasuk benjolan nan belum terasa saat diraba.

Ada juga pemeriksaan USG tetek (USG mammae) adalah prosedur noninvasif nan menggunakan gelombang bunyi untuk menghasilkan gambar jaringan di dalam payudara.

"USG dan mammografi ini sendiri itu perangkat nan tersedia sangat luas di seluruh Indonesia. Kan kota-kota mini itu sekarang sudah punya perangkat USG dan mammografi ini," katanya.

"Kapan kita lakukan USG? Kalau usia pasien di bawah 40 tahun. Di atas 40 tahun baru mammografi itu bakal dipakai juga," tutupnya.

Simak juga Video 'Gaya Hidup Tak Sehat Picu Kanker Payudara pada Remaja':

(dpy/naf)

Sumber detik-health