Jakarta -
Pemuda di beragam wilayah tetap menghadapi tantangan besar dalam mengakses pekerjaan nan sesuai dengan kebutuhan industri. Keterbatasan keahlian teknis serta minimnya training vokasi nan aplikatif seringkali menjadi halangan utama untuk masuk ke bumi kerja.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi konsentrasi krusial dalam agenda pembangunan nasional. Pemerintah meletakkan perhatian besar pada pembangunan SDM unggul, termasuk melalui penguatan pendidikan vokasi.
Namun, tantangan mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri tetap terjadi. Per Januari 2026, tingkat pengangguran terbuka dari lulusan vokasi tercatat mencapai 8,63%, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konteks ini, beragam program training berbasis industri menjadi semakin relevan. Salah satunya terlihat dari inisiatif nan dilakukan oleh Harita Nickel melalui Mechanic Talent Pool Program (MTPP), nan berkontribusi dalam mendukung upaya peningkatan kualitas SDM sekaligus sejalan dengan program nasional di bagian ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi.
Program Pelatihan Intensif untuk Pemuda Lokal
MTPP datang sebagai salah satu solusi konkret dalam menjawab tantangan mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri. Program ini memberikan training langsung kepada pemuda lokal Pulau Obi, Halmahera Selatan, sekaligus mendukung arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat link and match antara bumi pendidikan dan bumi kerja.
Sebanyak 12 peserta, kebanyakan lulusan SMA dari desa sekitar area operasional seperti Desa Soligi, mengikuti program ini selama lima bulan sejak 5 Oktober 2025. Selama pelatihan, peserta dibekali keahlian teknis mekanik perangkat berat, disiplin kerja, serta standar keselamatan industri.
Mereka juga menjalani praktik langsung di workshop perusahaan guna memastikan kesiapan kerja. Pendekatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah terhadap model training berbasis praktik nan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
Direktur Operasional Harita Nickel, Younsel Evand Roos, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada keahlian teknis.
"MTPP tidak hanya melatih keahlian teknis, tetapi juga menyiapkan peserta agar siap bekerja sesuai standar industri. Kami memandang para lulusan sekarang bisa berkontribusi langsung dalam operasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Lanjutan
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Selatan, Daud Djubedi, menilai inisiatif tersebut bisa membuka akses kerja sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat.
"Program seperti ini krusial untuk membuka akses kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan keahlian nan dibutuhkan industri," jelasnya.
Sementara itu, HR & GA Manager Harita Nickel, Rangga Aji Pratama, memastikan para lulusan bakal terus dibina untuk berkembang lebih lanjut.
"Mereka memulai sebagai junior mekanik dan bakal terus mendapatkan pendampingan serta training lanjutan untuk berkembang menjadi mekanik nan lebih berpengalaman," tegasnya.
Lulusan Langsung Terserap Dunia Kerja
Hingga April 2026, sebanyak 10 peserta telah menyelesaikan training dan sekarang bekerja sebagai mekanik di Harita Nickel. Salah satunya adalah Mulyono La Hasima dari Desa Soligi nan sekarang berkedudukan sebagai Auto Electrician, menangani sistem kelistrikan perangkat berat.
Mulyono mengaku pengalaman training tersebut sangat membantu dirinya dalam beradaptasi di bumi kerja.
"Sekarang saya terlibat langsung dalam perawatan dan perbaikan alat. Awalnya menantang, tapi pengetahuan dari training sangat membantu. Saya jadi lebih percaya diri dan mau terus meningkatkan keterampilan," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya skill dalam membuka kesempatan kerja.
"Skill itu penting. Kalau kita punya keahlian, kita punya lebih banyak kesempatan untuk bekerja dan berkembang," katanya.
Selain MTPP, Harita Nickel juga mempunyai program pemberdayaan lain berjudul Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA). Program ini memberikan training nan beragam, mulai dari operator perangkat berat, overhead crane, hingga bahasa Mandarin dan perbaikan AC.
Saat ini, program PELITA telah memasuki angkatan ke-5. Melalui beragam inisiatif tersebut, Harita Nickel menunjukkan bahwa kerjasama antara bumi industri dan pengembangan SDM lokal dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di daerah.
(anl/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·