Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Amerika Serikat menembak jatuh pesawat tak berawak (drone) Iran saat Washington dan Teheran nyaris menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Komando Militer AS di Timur Tengah (CENTCOM) mengonfirmasi serangan tersebut pada hari ini, Sabtu (13/6). Mereka menyebut langkah itu sebagai jawaban usai Iran lebih dulu meluncurkan drone.
"Iran meluncurkan sejumlah drone serang satu arah dalam upaya menyerang kapal-kapal jual beli nan melintasi Selat Hormuz," demikian menurut CENTCOM diitip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lampau berujar, "Pasukan AS telah menembak jatuh semua drone tersebut dalam beberapa jam terakhir, sementara arus lampau lintas melalui selat terus bersambung tanpa hambatan."
CENTCOM juga menyatakan koridor perdagangan internasional tetap terbuka untuk lampau lintas kapal.
Salah satu sumber nan mengetahui masalah itu mengatakan drone-drone Iran dianggap menimbulkan ancaman bagi lampau lintas komersial, demikian dikutip Reuters, Jumat (12/6).
Presiden Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar tak menyerang kapal-kapal nan melintasi Selat Hormuz. Jika mereka tetap melakukan, AS bakal mengambil sikap tegas.
Serangan in berjalan usai Trump sesumbar AS dan Iran nyaris menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang kemudian bakal ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
Trump menyebut nota kesepahaman antara AS dan Iran "sangat kuat." MoU itu, kata dia bakal berfaedah sebagai kerangka kerja untuk kesepakatan perdamaian akhir.
Kesepakatan tersebut, lanjut Trump, bakal mengarah ke pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung, sekaligus mewajibkan Iran menghentikan pengembangan keahlian nuklir.
Sementara itu, ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan kesepakatan Teheran dan Washington tetap di sebagian isu, bukan seluruhnya.
"Saat ini, kesepahaman telah tercapai di sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir musyawarah internal," ungkap Baghaei.
(isa/mik)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·