As Peringatkan Iran Tak Boleh Pungut Tarif Di Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan tak ada negara, termasuk Iran, nan bakal diizinkan untuk memungut biaya tol untuk pelayaran di Selat Hormuz.

Rubio mengatakan AS bakal menjamin kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan menegaskan tak bakal ada negara nan diizinkan untuk memungut biaya di sana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara nan diizinkan untuk memungut tol alias biaya di jalur air internasional," kata Rubio saat berjamu ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (23/6), dikutip The Guardian.

Dia lampau berujar, "Itu adalah norma internasional nan berlaku. Begitulah keadaannya di jalur air internasional di seluruh dunia, dan begitulah nan kami harapkan bakal terjadi di sini."

Rubio berjamu ke Timur Tengah sebagai bagian upaya memperkuat posisi AS dalam negosiasi.

AS dan Iran belum lama ini menggelar negosiasi di Burgenstock, Swiss usai meneken Nota Kesepahaman (MoU).

Sebagai hasil negosiasi tersebut, AS mengizinkan Iran menjual minyak dan petrokimia, pencairan aset Iran hingga U12 miliar alias sekitar Rp214 triliun, sistem kondusif di Selat Hormuz dan unit pencegahan bentrok di Lebanon, hingga pembentukan golongan kerja.

Sementara itu, MoU nan diteken AS dan Iran mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga masa depan nuklir Iran.

Terkait pembukaan Selat Hormuz, menurut MoU itu, Iran bakal memastikan lampau lintas kapal jual beli tanpa biaya, hanya selama 60 hari, dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.

"Republik Islam Iran bakal melakukan perbincangan dengan Kesultanan Oman untuk menentukan manajemen dan jasa maritim di masa depan di Selat Hormuz dalam obrolan dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan norma internasional nan bertindak dan kewenangan kedaulatan negara-negara pesisir Selat Hormuz," demikian poin dalam MoU.

Iran sudah membentuk badan nan bakal mengurus persoalan manajemen di Selat Hormuz dan menyatakan ada biaya nan mungkin dikenakan.

Pada 14 Juni lalu, ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan biaya jasa itu dikenakan demi menjaga dan memelihara lingkungan.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional