Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menarik 5.000 prajurit AS dari Jerman.
Sejumlah pejabat senior pertahanan mengatakan keputusan tersebut merupakan sinyal atas ketidakpuasan Trump terhadap sekutu-sekutu AS di Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump kecewa dengan negara-negara personil NATO, terutama Jerman, lantaran menolak membantu AS bertempur melawan Iran. Kekecewaan itu kian besar setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz berkomentar bahwa AS tak punya strategi melawan Iran dan sedang dipermalukan oleh para negosiator Iran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menanggapi komentar Merz dengan menyatakan bahwa sang Kanselir "tidak tahu apa nan dia bicarakan". Ia kembali mengkritik Merz lantaran ikut kombinasi dalam upaya AS menyingkirkan ancaman nuklir Iran dan sebaliknya, meminta Merz untuk "memperbaiki negaranya nan sedang kacau".
Menurut para pejabat, pasukan AS nan ditarik kemungkinan bakal dipulangkan ke AS, lampau dikerahkan ke wilayah lain seperti area Indo-Pasifik. Hal ini untuk memfokuskan prioritas Pentagon di dalam negeri serta di Indo-Pasifik.
Para pejabat juga mengatakan penarikan pasukan tidak bakal memengaruhi transportasi alias perawatan medis di Pusat Medis Regional Landstuhl, Jerman. Landstuhl adalah rumah sakit terbesar AS di luar negeri, nan telah merawat prajurit korban serangan Iran.
Dilansir dari CBS News, ahli bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan penarikan pasukan ini bakal berjalan selama enam hingga 12 bulan ke depan.
"Keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan," kata Parnell dalam sebuah pernyataan.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·