Aktor Jurrasic Park Sam Neill Sempat Idap Kanker Darah Langka Selama 5 Tahun

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Jakarta -

Aktor senior Sam Neill memberikan berita baik setelah perjuangannya melawan kanker darah langka. Bintang Jurassic Park itu mengatakan sekarang tubuhnya bebas dari kanker setelah lima tahun berjuang.

Bahkan, laki-laki 78 tahun itu sempat mengira hidupnya bakal berakhir.

Dalam sebuah wawancara, Neill menceritakan awal saat didiagnosis menderita limfoma sel T angioimunoblastik. Itu merupakan corak langka dari limfoma non-hodgkin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah hidup dengan jenis limfoma langka selama sekitar lima tahun dan saya menjalani kemoterapi," ucap Neill nan dikutip dari laman People.

"Itu adalah proses nan cukup menyedihkan, tetapi membikin saya tetap hidup," lanjutnya.

Pengobatan nan Tak Lagi Efektif

Namun, dalam perjalanannya untuk sembuh, pengobatan nan dilakukannya tidak lagi efektif. Kemoterapi nan dijalani tak bisa mengatasi kondisinya.

"Saya bingung, dan sepertinya saya bakal meninggal, nan jelas bukan perihal nan ideal," katanya.

Saat itu, Neill hanya mempunyai satu pilihan terapi ialah terapi sel T CAR. Pengobatan ini merupakan corak imunoterapi personaliasi, nan merekayasa sel T pasien agar bisa mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Sebelumnya, pada September 2023 Neill menjalani pengobatan berupa infus setiap dua minggu sekali tanpa pemisah waktu. Saat itu, dia sudah berada dalam kondisi remisi, setidaknya selama 12 bulan.

Sampai akhirnya, terapi sel T CAR itu memberikan hasil nan lebih baik. Lebih dari setahun kemudian, hasil pemeriksaan terbarunya menunjukkan kondisi nan jauh lebih baik.

"Saya baru saja menjalani pemindaian dan tidak ada kanker di tubuh saya. Itu perihal nan luar biasa," ungkap Neill.

Neill pertama kali mengetahui dirinya menderita kanker saat tengah mempromosikan Jurrasic World Dominion pada Maret 2022. Dalam memoarnya 'Did I Ever Tell You This?', dia sempat menyadari adanya benjolan di leher nan kemudian membawanya menjalani tes darah dan serangkaian pemeriksaan.

"Dalam beberapa hari saya terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan beragam macam bahan kimia nan dimasukkan ke dalam sistem tubuh saya, membunuh semua nan ada di dalamnya," tulisnya.

"Untuk argumen terapeutik. Untuk disembuhkan dari sesuatu nan beberapa hari lampau tidak saya ketahui. Ya, tiba-tiba semuanya berbeda, ini masalah serius," sambung Neill.

Pengalaman tersebut membikin Neill lebih menghargai hidup. Ia apalagi sempat menulis memoar tersebut lantaran merasa waktunya mungkin tidak panjang lagi.

Namun seiring hasil pemindaian nan terus menunjukkan perkembangan baik dari bulan ke bulan, angan itu kembali tumbuh.

"Sekarang saya adalah seorang laki-laki nan hidup, dengan niat untuk terus hidup dan hidup dan hidup," pungkasnya.

(sao/naf)

Sumber detik-health