Ai Bikin Piala Dunia 2026 Jadi Nggak Seru? Tiada Lagi Debat Offside

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Adaptasi kepintaran buatan (AI) dalam pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2026 disebut beberapa orang membikin euforianya jadi berbeda. Terutama soal debat keputusan wasit semisal ketika menentukan offside sampai hand ball.

Ya era dulu kan belum ada Video Assistant Referee (VAR), makanya 'Gol Tangan Tuhan' Diego Maradona di Perempat Final Piala Dunia 1986 pada 22 Juni jadi momen nan sangat ikonik. Kala itu, wasit dan timnya tak menyadari adanya kesalahan fatal tersebut, menjadikan Argentina menang atas dua gol melawan Inggris nan hanya mencetak satu gol.

Atau contoh lain, ketika laga babak 16 besar di Piala Dunia 2010, sebelum VAR ada. Carlos Tevez menerima umpan sundul dari Lionel Messi dan mencetak gol ke gawang Meksiko. Perdebatan dari hasil siaran ulang Tevez terlihat sangat jauh di belakang bek terakhir, itu artinya offside mutlak. Akan tetapi, wasit Robert Rosetti tetap mengesahkan gol tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sekarang sudah tak ada lagi perdebatan nan sengit, semenjak AI datang ke dalam permainan sepak bola. Human error sudah sangat bisa diminimalisir.

Kali ini, untuk Piala Dunia 2026, FIFA telah menerapkan Teknologi Offside Semi-Otomatis (SAOT) nan telah ditingkatkan. Melansir Inside Fifa, Senin (15/6/2026), sebanyak 1.248 pemain dari seluruh 48 skuad telah dipindai secara digital menjadi avatar 3D nan presisi.

Kemudian, dijabarkan bahwa bola pertandingan Adidas berisi sensor unit pengukuran (Inertial Measurement Unit/IMU) nan mengirimkan info 500 kali per detik. Lalu, 12 kamera pencari nan ditempatkan di sekitar setiap stadion memantau 29 titik info per pemain, 50 kali per detik.

Nah, saat bola dimainkan, sistem menghitung titik tendangan nan tepat dan memetakan posisi setiap pemain pada saat itu. Apabila seorang pemain berada lebih dari 10 cm di luar garis offside (turun dari periode pemisah sebelumnya 50 cm ) peringatan audio waktu nyata bakal langsung dikirim ke earphone asisten wasit.

Oleh karenanya, tidak perlu melalui VAR terlebih dahulu. Peringatan offside bisa langsung ditentukan hanya dalam beberapa detik.

Kalau pun pakai VAR, petugas tidak perlu lagi menarik garis offside secara manual di layar. Mereka hanya bekerja memverifikasi titik tendangan (kick-point) dan garis offside nan sudah otomatis dibuat oleh sistem AI.

Lebih lanjut, penonton bakal dibeberkan animasi siaran nan dibuat dari kemiripan 3D pemain sebenarnya nan menunjukkan dengan tepat di mana setiap bagian tubuh berada pada saat operan dilakukan.


(ask/ask)

Sumber detik-inet