Ginjal merupakan organ vital nan berfaedah menyaring limbah darah, menjaga keseimbangan cairan, hingga mengatur tekanan darah. Sayangnya, organ satu ini kerap diabaikan sampai gejalanya telanjur parah.
Data dunia menunjukkan nyaris 10 persen populasi bumi menderita penyakit ginjal kronis nan berkembang secara diam-diam. Selain glukosuria dan hipertensi, kebiasaan sepele sehari-hari rupanya bisa jadi biang kerok rusaknya kegunaan ginjal.
"Pilihan mini sehari-hari bisa berakibat signifikan pada kesehatan ginjal jangka panjang," wanti-wanti Dr Shalabh Agrawal, seorang master Urologi dan Andrologi dari Delhi, India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Health Shot, berikut 6 kebiasaan sehari-hari nan wajib disetop demi menghindari akibat kerusakan ginjal:
1. Doyan Makan Asin
Asupan garam berlebih menjadi beban berat bagi ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemisah kondusif konsumsi garam maksimal 5 gram alias sekitar satu sendok teh per hari.
Sayangnya, banyak orang kebablasan akibat sering mengonsumsi makanan olahan alias jajan di restoran.
"Saat makan terlalu banyak natrium, tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkannya. Ini memicu tekanan hipertensi nan merusak pembuluh darah lembut penyaring limbah di dalam ginjal," jelas Dr Agrawal.
2. Sering Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Bagi orang nan kerap sakit kepala, nyeri sendi, alias pegal otot mungkin bakal sering mengonsumsi obat pereda nyeri. Terutama golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen alias diklofenak.
Obat-obatan ini menekan unsur prostaglandin nan berfaedah menjaga aliran darah ke ginjal. Jika aliran darah menyusut drastis, akibat cedera ginjal akut mengintai.
3. Kurang Minum Air Putih
Ketika tubuh kekurangan cairan, urine bakal berubah warna menjadi lebih pekat dan kental. Kondisi ini memicu endapan unsur kimia nan meningkatkan akibat batu ginjal.
Berdasarkan temuan nan dipublikasikan dalam studi Public Health Nutrition, hidrasi nan cukup sangat krusial untuk membantu ginjal membilas racun keluar dari tubuh.
4. Sering Konsumsi Makanan Ultra-Processed
Mulai dari mi instan, camilan kemasan, hingga sosis dan daging olahan biasanya tinggi natrium dan unsur aditif fosfor. Riset nan dipublikasikan di American Journal of Kidney Diseases membuktikan konsumsi makanan ultra-processed dalam jangka panjang, dapat memicu lonjakan akibat penyakit ginjal kronis.
5. Sering Begadang dan Kurang Tidur
Tidur kurang dari 6 jam per malam bisa mengacaukan ritme sirkadian alami tubuh. Efeknya, proses regenerasi organ terganggu dan memicu stres pada jaringan ginjal.
Maka dari itu, pastikan tidur cukup demi menjaga kestabilan kegunaan organ dalam.
6. Kebanyakan Konsumsi Gula Tambahan
Konsumsi gula berlebih dari minuman manis, boba, maupun hidden sugar di dalam saus bungkusan bisa memicu obesitas. Secara medis, obesitas adalah gerbang utama menuju glukosuria jenis 2 dan hipertensi.
Itu merupakan dua aspek akibat tertinggi nan bisa merusak ginjal hingga memaksa pasien menjalani prosedur cuci darah.
(sao/naf)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·