7 Alasan Artemis Ii Bikin Banyak Orang Terharu Dan Gagal Move On

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Misi Artemis II bukan hanya pencapaian teknologi, tetapi juga momen emosional nan menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia. Sejak pesawat antariksa Orion diluncurkan, mengirimkan empat astronaut misi Artemis II mengelilingi Bulan, orang-orang menyaksikan setiap momen dengan rasa haru, senang, bangga, dan berlinang air mata.

Misi luar angkasa ini telah membangkitkan emosi nan mendalam dalam diri kita secara kolektif. Namun apa sebenarnya nan membikin kita merasakannya begitu dalam? Dalam sebuah ulasan nan dirangkum dari Upworthy, setidaknya ada tujuh argumen kenapa misi ini membikin banyak orang tak kuasa menahan air mata.

1. Dunia Sedang Butuh Harapan

Di tengah berita duka tentang bencana, kerusakan Bumi, peperangan, dan banyak orang telah kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan, momen ini datang di waktu nan tepat. Banyak orang memerlukan berita baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memerlukan pengingat nan kuat bahwa kita punya harapan, dan Artemis II penuh dengan pengingat tersebut," tulis ulasan tersebut.

2. Menghidupkan Kembali Era Apollo

Artemis II mengingatkan publik pada era Apollo nan legendaris, menciptakan nostalgia sekaligus kebanggaan baru. Misi Artemis II terasa seperti jembatan antara masa lampau dan masa depan kita.

"Rasanya seperti kembali ke masa Apollo, tapi dengan langkah nan baru," demikian Upworthy menulis.

Nama Artemis juga mempunyai makna puitis. Dalam mitologi Yunani Kuno, Artemis adalah kerabat kembar Apollo sekaligus dewi Bulan, perburuan, tempat-tempat liar, dan persalinan. Penamaan misi Bulan pertama sebagai Apollo dan misi modern sebagai Artemis merupakan penghormatan nan bagus terhadap sejarah antik tersebut, serta sebuah penghargaan atas misi ini nan turut serta membawa astronaut Christina Hammock Koch sebagai wanita pertama nan mengorbit Bulan.

3. Nama Artemis Penuh Makna

Tak hanya puitis, nama Artemis juga penuh makna. Saudari kembar Apollo dalam mitologi Yunani ini memberi simbol kesinambungan eksplorasi manusia.

"Perpaduan Apollo dan Artemis lebih dari sekadar puitis," tulis Samantha Mathewson untuk Space.com.

"Dalam mitologi, si kembar menyeimbangkan siang dan malam, alias Matahari dan Bulan. Dalam penerbangan luar angkasa, Apollo mewakili apa nan telah dicapai umat manusia, sementara Artemis mewakili apa nan bakal datang selanjutnya," ungkapnya.

4. Lebih Banyak Perempuan

Misi ini menghadirkan kru nan lebih beragam dibanding era sebelumnya, termasuk Victor Glover sebagai astronaut kulit hitam pertama nan terlibat dalam misi Bulan. Tak ketinggalan, keterlibatan para wanita nan jumlahnya lebih banyak.

Christina Koch menjadi wanita pertama nan terbang mengelilingi Bulan bukanlah satu-satunya tanda kemajuan bagi wanita dalam misi Artemis. Perempuan juga memainkan peran krusial dalam program Apollo, tetapi jumlah mereka lebih sedikit dan tidak terlalu terlihat oleh publik. Sekarang, biarlah gambar di postingan di bawah ini nan berbicara.

5. Pesan Menyentuh dari Luar Angkasa

Salah satu momen paling emosional datang dari pesan pilot Artemis II Victor Glover. Dia apalagi tak henti berterima kasih dan memuji kebesaran Tuhan. Glover menyampaikan pesan spontan tepat saat hari Paskah, nan mengingatkan kita bakal realitas unik menjadi manusia di planet Bumi.

"Kami berada di dalam pesawat ruang angkasa nan sangat jauh dari Bumi. Tetapi kalian berada di dalam 'pesawat ruang angkasa' berjulukan Bumi nan diciptakan Tuhan sebagai tempat tinggal di alam semesta, di kosmos," kata Glover.

"Mungkin jarak kami dari kalian, membikin kalian berpikir apa nan kami lakukan itu istimewa. Tapi jarak kami dari kalian sama. Percayalah, kalian (yang berada di Bumi), istimewa. Di tengah kekosongan ini, hanya ada kehampaan, perihal nan kita sebut alam semesta, dan kalian, kita semua, Anda mempunyai 'oasis' ini, Bumi, tempat bagus untuk kita bisa hidup bersama," tuturnya.

6. Penamaan Kawah Carrol Bikin Baper

Kru Artemis II juga membawa cerita individual masing-masing. Salah satunya adalah momen ketika para astronaut meminta Pusat Pengendalian Misi untuk menamai salah satu kawah Bulan dengan nama mendiang istri Komandan Artemis II, Reid Wiseman, Carroll, nan meninggal lantaran kanker pada 2020.

Kawah Carroll merupakan kawah Bulan nan paling terang. Sebuah titik terang di Bulan ini kelak dapat dilihat anak-anaknya ketika merindukan ibu mereka. Momen membikin publik ikut terharu dan dikenang dengan sangat manis.

7. Membasuh Trauma Insiden Challenger

Telah banyak peluncuran pesawat ulang-alik sejak 1986, tetapi hanya sedikit nan diliputi antusiasme dan perhatian luas seperti misi Artemis II menjelang peluncurannya. Generasi X dan Milenial mengingat momen seperti ini berbalut trauma saat menyaksikan pesawat Challenger meledak.

Tragedi Challenger pada 28 Januari 1986 menewaskan tujuh orang awak. Saat itu, pesawat meledak 73 detik setelah lepas landas dari Kennedy Space Center. Maka wajar, banyak di antara generasi tersebut nan gugup menyaksikan peluncuran Artemis II, dan berurai mata dengan hati lega ketika para astronaut selamat keluar dari atmosfer.


(rns/rns)

Sumber detik-inet