Keju sering dihindari lantaran dianggap mengandung lemak dan kalori nan cukup tinggi. Namun di kembali itu, keju juga menyimpan beragam nutrisi bermanfaat, mulai dari protein, kalsium, hingga vitamin B12.
Lalu, apa nan sebenarnya terjadi pada tubuh jika rutin makan keju setiap hari?
Berikut beberapa pengaruh nan mungkin dirasakan tubuh jika keju dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kolesterol Naik?
Keju sering dianggap kurang ramah bagi kesehatan jantung lantaran mengandung lemak jenuh. Namun sejumlah uji klinis menemukan hasil nan tidak sesederhana itu. Dalam penelitian nan diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi keju tidak meningkatkan kadar LDL dibanding pola makan biasa dan apalagi menghasilkan kadar LDL nan lebih rendah dibanding mentega dengan kandungan lemak nan sama.
Peneliti menduga struktur unik keju alias cheese matrix dapat memengaruhi langkah tubuh mencerna dan menyerap lemak. Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan lantaran keju juga mengandung kalori dan natrium nan cukup tinggi.
2. Massa Otot Lebih Terjaga
Keju merupakan sumber protein berbobot tinggi nan mengandung masam amino esensial nan dibutuhkan tubuh.
Protein berkedudukan dalam membangun sekaligus mempertahankan massa otot. Hal ini menjadi krusial tidak hanya bagi orang nan rutin berolahraga, tetapi juga bagi lansia nan secara alami mengalami penurunan massa otot seiring bertambahnya usia. Selain itu, protein susu seperti kasein nan banyak ditemukan pada keju dikenal dicerna lebih lambat sehingga dapat menyediakan pasokan masam amino lebih lama bagi tubuh.
3. Usus Bisa Mendapat Tambahan Bakteri Baik
Tak hanya yogurt, beberapa jenis keju juga termasuk makanan fermentasi.
Tinjauan ilmiah nan diterbitkan dalam Nutrients menunjukkan makanan fermentasi dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus. Sementara itu, penelitian lain menyebut keju mempunyai organisasi mikroba tersendiri nan berpotensi berinteraksi dengan mikrobiota di saluran cerna.
Namun perlu diingat, tidak semua keju mengandung kuman hidup. Kandungan probiotik dapat berbeda tergantung jenis, proses produksi, dan langkah penyimpanannya.
4. Tulang dan Gigi Mendapat Dukungan Nutrisi
Ini mungkin faedah keju nan paling dikenal. Keju merupakan sumber kalsium, fosfor, dan protein nan berkedudukan krusial dalam menjaga kepadatan tulang serta kesehatan gigi. Nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kekuatan tulang sepanjang hidup, terutama saat usia bertambah.
Karena itu, konsumsi keju dalam jumlah wajar dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian sebagai bagian dari pola makan sehat.
5. Tubuh Mendapat Tambahan Vitamin B12
Selain kalsium, keju juga mengandung vitamin B12 nan berkedudukan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kegunaan sistem saraf.
Vitamin ini terutama ditemukan pada produk hewani sehingga keju dapat menjadi salah satu sumber B12 bagi orang nan mengonsumsi produk susu. Kekurangan vitamin B12 dalam jangka panjang dapat menyebabkan kelelahan, anemia, hingga gangguan saraf.
6. Asupan Garam Bisa Naik Tanpa Disadari
Meski mempunyai sejumlah manfaat, ada satu perihal nan perlu diperhatikan jika makan keju setiap hari.
Banyak jenis keju mengandung natrium alias garam dalam jumlah nan cukup tinggi. Harvard mencatat bahwa kandungan natrium menjadi salah satu argumen kenapa konsumsi keju tetap perlu dibatasi, terutama bagi orang nan mempunyai tekanan hipertensi alias perlu mengurangi asupan garam.
Karena itu, jika rutin makan keju setiap hari, perhatikan juga ukuran porsinya dan pilih jenis keju nan lebih rendah natrium jika memungkinkan.
Kesimpulannya, makan keju setiap hari tidak selalu berakibat jelek bagi kesehatan. Dalam jumlah nan wajar, keju dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, kalsium, dan beragam nutrisi krusial lainnya. Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·