Jakarta, CNN Indonesia --
Perundingan tenteram antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya berujung pada kesepakatan. Kedua negara bakal segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan dijadwalkan pekan ini di Swiss.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini bakal mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com merangkum fakta-fakta mengenai kesepakatan AS-Iran.
Kesepakatan diteken 19 Juni
Menurut keterangan Trump, MoU AS-Iran bakal diteken di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan perihal serupa dan mengatakan kesepakatan ini tercapai berkah mediasi Qatar, serta kontribusi besar Arab Saudi dan Turki.
"Penandatanganan resmi bakal dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss. Kami mau mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam bentrok ini," kata Sharif, seperti dikutip instansi buletin Iran Mehr.
Disetujui Iran
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran telah mengonfirmasi soal kesepakatan ini.
SNSC menyatakan Teheran dan Washington sudah merampungkan teks MoU atas pengarahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, support tak tergoyahkan rakyat Iran, serta upaya tak kenal capek pasukan bersenjata Teheran.
"Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks MoU mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan AS telah difinalisasi pada 15 Juni malam," demikian pernyataan SNSC.
Selat Hormuz bebas bea masuk
Menurut pernyataan Trump, kesepakatan AS-Iran bakal mencakup komitmen untuk tidak mematok sepeser pun tarif terhadap kapal nan melintas di Selat Hormuz.
Trump mengatakan perihal itu dalam wawancaranya dengan The New York Times pada Minggu (14/6).
Mehr sementara itu melaporkan bahwa nota kesepahaman ini bakal mencakup komitmen untuk menghentikan perang di semua front, termasuk Lebanon. Kesepakatan juga disebut meliputi perjanjian untuk mencairkan biaya Iran nan selama ini dibekukan.
Meski begitu, belum ada rincian resmi mengenai isi kesepakatan AS-Iran nan bakal diteken pada Jumat.
Netanyahu nyaris bikin deal gagal
Trump mengatakan kesepakatan ini nyaris kandas lantaran ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6), Trump mengatakan Netanyahu tak setuju dengan kesepakatan AS-Iran lantaran ngotot mau melanjutkan perang.
"Dia orang nan sangat sulit," kata Trump mengenai Netanyahu.
Trump sebut Israel bakal hancur jika perang tak usai
Dalam wawancaranya dengan The New York Times, Trump sempat menyentil Netanyahu nan ngotot mau melanjutkan perang dengan Iran.
Trump berujar Israel bisa lenyap hanya dalam dua jam jika tetap bersikeras perang.
Israel menurutnya tak bakal selamat dari gempuran Iran, apalagi dengan kondisi Iran mempunyai kapabilitas uranium nyaris selevel senjata nuklir.
"Sejujurnya, dia (Netanyahu) harusnya berterima kasih kepada kami lantaran telah melakukan ini (menghentikan pertempuran). Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak bakal memperkuat dalam dua jam," lanjutnya.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·