10 Hari Yang Pikat Dunia, Artemis 2 Buka Jalan Kembali Ke Bulan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Para astronaut nan menjalankan misi Artemis 2 NASA mengelilingi Bulan telah mendarat di Bumi dan sekarang mereka sudah kembali bekerja untuk membantu NASA mempersiapkan lompatan besar selanjutnya.

Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada memukau bumi saat mereka terbang dalam misi 10 hari mengelilingi sisi jauh Bulan dan kembali ke Bumi dengan wahana antariksa Orion Integrity.

Kru membagikan foto inspiratif Bumi dan Bulan beserta refleksi nan menyentuh hati jutaan orang, mulai dari peluncuran pada 1 April hingga pendaratan di laut pada 10 April. "Kami mau pergi ke sana dan mencoba melakukan sesuatu nan dapat menyatukan dunia," ungkap Wiseman, komandan Artemis 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan rasa terima kasih tidak hanya ke NASA, tapi juga kepada rekan media dan masyarakat bumi pada umumnya nan telah meluangkan waktu untuk menonton.

Artemis 2 merupakan misi berawak pertama program Artemis, sekaligus penerbangan berawak pertama bagi kapsul Orion. Pada dasarnya, Artemis 2 adalah penerbangan uji coba bagi sistem pendukung kehidupan Orion serta uji kepantasan untuk memastikan wahana tersebut bisa menopang kehidupan kru selama misi di sekitar Bulan.

Wiseman dan rekan mengatakan apa nan mereka pelajari menjadi pertanda baik bagi misi Artemis masa depan. "Hal nan betul-betul mengejutkan saya pada misi ini adalah sungguh baiknya performa wahana antariksa tersebut saat dikendalikan dan seberapa baik mesinnya bisa menopang empat manusia di dalamnya," ujar Wiseman.

Memang ada beberapa masalah mini nan perlu diatasi seperti suhu kabin. "Kami sedikit kedinginan pada dua hari pertama. Mereka kemudian meningkatkan suhunya. Mereka memperbaiki semua nan kami minta," ungkapnya.

Artemis 3 adalah agenda peluncuran berikutnya, nan bakal melibatkan kru lain di Orion untuk mempraktikkan manuver pertemuan dan penyandaran di orbit Bumi berbareng satu alias kedua wahana pendarat bulan Artemis nan telah dikontrak. Baik SpaceX maupun Blue Origin ditunjuk menyediakan wahana pendarat untuk program ini.

Misi tersebut dijadwalkan lepas landas pertengahan 2027. Kini, dengan rampungnya Artemis 2, Wiseman mengatakan pendaratan berawak di Bulan terasa lebih memungkinkan untuk dicapai daripada sebelumnya.

"Jika kami membawa wahana pendarat penerbangan perdana di misi tersebut, saya percaya setidaknya tiga rekan kru saya sudah bakal berada di dalamnya, mencoba mendarat di Bulan," cetusnya.

"Ini bakal menjadi tantangan teknis sangat besar, tapi tim ini kudu bekerja setiap hari dengan kepercayaan bahwa perihal ini betul-betul bisa dilakukan dan bisa diwujudkan dalam waktu dekat," imbuhnya.

Dikutip detikINET dari Space.com, Senin (20/4/2026) jika agenda NASA tidak berubah dan Artemis 3 melangkah lancar, Artemis 4 bakal mendaratkan astronaut dekat kutub selatan Bulan pada akhir tahun 2028.


(fyk/fay)


Sumber detik-inet