Zulhas Warning  Program Makan Bergizi Gratis! Menu Tak Layak, Sppg Bisa Ditutup

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

PROKALTENG.CO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melontarkan peringatan tegas mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menegaskan, sekolah berkuasa komplain jika menu MBG tidak sesuai standar, apalagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa ditutup jika pelanggaran terus terjadi.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat meninjau langsung penyelenggaraan program MBG di MAN 2 dan SMAN 1 Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat. Dia memastikan kualitas makanan nan diterima siswa kudu memenuhi standar gizi dan layak konsumsi.

“Kalau makanan nan dikirim tidak sesuai standar, kepala sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, bisa ditutup SPPG-nya,” tegas Zulhas.

Menurutnya, pihak sekolah punya kewenangan penuh menolak makanan nan tidak sesuai standar. Kualitas menu MBG, kata dia, kudu dijaga lantaran berangkaian langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak.

Zulhas juga mengingatkan seluruh penyedia jasa makanan alias SPPG agar disiplin menjaga mutu, kebersihan, dan keamanan pangan sesuai ketentuan.

Namun, dia mengimbau sekolah tidak langsung memviralkan temuan makanan bermasalah di media sosial.
“Sebaiknya disampaikan langsung ke SPPG agar segera dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Zulhas mengungkapkan dirinya mendapat pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk rutin turun ke wilayah memastikan program pemerintah melangkah optimal.
“Saya diarahkan Presiden, satu minggu tiga hari keliling daerah. Kemarin dari Semarang, hari ini Probolinggo dan Pasuruan, besok ke Palembang dan Balikpapan,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Selain mengecek program MBG, Zulhas juga memantau kesiapan pupuk, nilai gabah, kondisi irigasi, hingga memastikan siswa nyaman dengan makanan nan disediakan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyatakan pemerintah wilayah turut melakukan pengawasan ketat untuk mencegah kasus keracunan makanan di sekolah.
“Setiap sekolah sudah dibekali SOP penanganan makanan. Jika ada indikasi tidak layak, bisa langsung ditolak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengecek pengelolaan limbah dapur penyedia makanan agar kondusif bagi lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah organik. (jpg)

PROKALTENG.CO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melontarkan peringatan tegas mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menegaskan, sekolah berkuasa komplain jika menu MBG tidak sesuai standar, apalagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa ditutup jika pelanggaran terus terjadi.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat meninjau langsung penyelenggaraan program MBG di MAN 2 dan SMAN 1 Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat. Dia memastikan kualitas makanan nan diterima siswa kudu memenuhi standar gizi dan layak konsumsi.

“Kalau makanan nan dikirim tidak sesuai standar, kepala sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, bisa ditutup SPPG-nya,” tegas Zulhas.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, pihak sekolah punya kewenangan penuh menolak makanan nan tidak sesuai standar. Kualitas menu MBG, kata dia, kudu dijaga lantaran berangkaian langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak.

Zulhas juga mengingatkan seluruh penyedia jasa makanan alias SPPG agar disiplin menjaga mutu, kebersihan, dan keamanan pangan sesuai ketentuan.

Namun, dia mengimbau sekolah tidak langsung memviralkan temuan makanan bermasalah di media sosial.
“Sebaiknya disampaikan langsung ke SPPG agar segera dievaluasi dan diperbaiki,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Zulhas mengungkapkan dirinya mendapat pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk rutin turun ke wilayah memastikan program pemerintah melangkah optimal.
“Saya diarahkan Presiden, satu minggu tiga hari keliling daerah. Kemarin dari Semarang, hari ini Probolinggo dan Pasuruan, besok ke Palembang dan Balikpapan,” katanya.

Selain mengecek program MBG, Zulhas juga memantau kesiapan pupuk, nilai gabah, kondisi irigasi, hingga memastikan siswa nyaman dengan makanan nan disediakan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyatakan pemerintah wilayah turut melakukan pengawasan ketat untuk mencegah kasus keracunan makanan di sekolah.
“Setiap sekolah sudah dibekali SOP penanganan makanan. Jika ada indikasi tidak layak, bisa langsung ditolak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengecek pengelolaan limbah dapur penyedia makanan agar kondusif bagi lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah organik. (jpg)

Sumber prokalteng