Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan namalain Zulhas mengakui adanya praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) namalain dapur progam Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal membikin jumlah SPPG nan beraksi jauh di atas sasaran pemerintah.
Ia menjelaskan pada awalnya pemerintah menargetkan pembangunan hingga 21.000 titik SPPG. Namun saat ini terdapat 27.877 titik dapur MBG, namalain membengkak hingga 6.877 titik SPPG imbas praktik jual-beli titik ini.
"Terjadi jual-beli titik (SPPG) nan semestinya rencana awal titik itu 21.000, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik," kata Zulhas dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Zulhas mengatakan masalah pembengkakan jumlah titik SPPG ini juga terjadi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dari sasaran awal sekitar 2.000 titik, sekarang membengkak jadi 8.617 titik.
Khusus untuk SPPG di wilayah 3T ini, Zulhas menyebut 6.138 dari 8.617 titik itu sudah mempunyai Surat Keputusan (SK) pembangunan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski jumlah SPPG nan terbangun baru sekitar 1.700 titik.
"6.138 titik itu sudah ada SK nya dari BGN, 6.138. Kalau sudah ada SK maka investornya ini taruh (SK untuk pinjaman) di bank, ya? Ya, taruh di bank. Nah, ini ini padahal ini dari 2.000 menjadi 8.670 bengkak 6.138, nan sudah selesai 1.700," ujarnya.
Atas dasar inilah pemerintah melalui BGN dan Kementerian/Lembaga mengenai bakal menata ulang penyelenggaraan program MBG agar lebih efisien. Termasuk di dalamnya restrukturisasi BGN nan sekarang dikepalai oleh Nanik Sudaryati Deyang.
"Pada suatu titik akhirnya Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan ya, diganti dengan manajemen nan baru istilah kita. Oleh lantaran itu perlu waktu penataan ya," ucap Zulhas.
Ditargetkan pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bakal rampung dalam satu bulan ke depan. "Nah ini juga bakal jadi masalah, ini nan bakal diselesaikan, maka perlu waktu kira-kira satu bulan untuk menata ini kembali," pungkasnya.
(igo/fdl)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·