Youtube Ajak Kreator Untuk 'kloning' Diri Pakai Ai

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

YouTube Shorts sedang menggulirkan fitur baru berbasis AI untuk para pembuat konten. Kemampuan ini memberikan langkah mudah bagi mereka untuk mengkloning diri sendiri secara realistis di depan kamera.

Langkah ini diambil di tengah upaya platform menyeimbangkan kehadiran fitur generatif dengan maraknya masalah konten tiruan. Perusahaan menyebut fitur ini memungkinkan pengguna membikin jenis digital dari diri mereka sendiri nan disebut avatar.

Avatar pandai ini nantinya bisa disisipkan ke dalam video Shorts nan sudah ada sebelumnya. Pengguna juga bebas memanfaatkannya untuk membikin sebuah klip video nan betul-betul baru dari awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara membikin tiruan digital ini rupanya tidak semudah menekan satu tombol. Pengguna kudu merekam video swafoto langsung untuk menangkap wajah dan bunyi mereka sembari mengikuti serangkaian petunjuk dari sistem.

Agar hasilnya maksimal, perekaman wajib dilakukan di tempat dengan pencahayaan nan bagus dan lingkungan nan tenang. Perangkat ponsel juga kudu dipegang sejajar dengan tinggi mata dan pastikan tidak ada orang lain di latar belakang.

Setelah avatar selesai dibuat, pengguna bisa langsung memerintahkan sistem untuk membikin klip pendek berasas teks. Klip hasil olahan kepintaran buatan ini mempunyai lama maksimal hingga delapan detik.

Penggunaan avatar ini datang dengan batas nan terbilang cukup ketat demi argumen keamanan. Fitur ini hanya bisa dipakai di video original milik pembuat berkepentingan nan juga memegang kendali penuh atas opsi remix karyanya.

Pengguna berkuasa menghapus avatar maupun video nan memuat tiruan tersebut kapan pun mereka mau. Jika tiruan digital ini dibiarkan menganggur selama tiga tahun berturut-turut, sistem bakal menghapusnya secara otomatis.

Semua video nan menggunakan avatar ini bakal ditandai dengan jelas sebagai hasil buatan kepintaran buatan. Penandaan ini mencakup tanda air visual serta label digital seperti SynthID dan C2PA, demikian dikutip detikINET dari 9to5Google, Kamis (9/4/2026).

Ketersediaan fitur ini bakal dilakukan secara berjenjang dan belum bisa dinikmati oleh semua orang secara serentak. Syarat utamanya adalah pembuat kudu berumur minimal 18 tahun dan sudah mempunyai saluran YouTube nan aktif.

Kehadiran avatar ini semakin menambah daftar panjang perangkat software AI bagi pembuat di ekosistem YouTube. Sebagian besar fitur canggih tersebut ditenagai langsung oleh model kepintaran buatan Gemini buatan induk perusahaannya.

Langkah ekspansi fitur AI ini cukup menarik mengingat pesaing seperti OpenAI malah baru saja mematikan perangkat kreator video Sora lantaran masalah biaya. Sepertinya fitur kloning ini bakal jadi tren baru nan membikin para kreator konten tidak perlu lagi repot berdandan sebelum syuting konten singkat.


(asj/rns)

Sumber detik-inet