Waspada! Modus Peretasan Akun Lewat Telepon Dan Link Palsu Intai Warga Lamandau

Sedang Trending 3 jam yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kejahatan siber sekarang kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa sekarang menjadi sasaran lembek para pelaku peretasan akun media sosial dan WhatsApp.

Hal ini kembali terjadi di lingkungan masyarakat baru-baru ini. Salah seorang penduduk berjulukan Ayu menceritakan pengalaman mendebarkan nan nyaris membikin dirinya menjadi korban penipuan dan peretasan akun finansial digitalnya.

Berdasarkan penuturan Ayu, tindakan percobaan penipuan ini dimulai saat dia menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal. Pelaku melancarkan tindakan dengan memberikan tuduhan tiruan dan tekanan psikologis kepada korban.

“Penipu menelpon dan mengatakan nomor saya melakukan pelanggaran transaksi ke akun gambling online (judol),” ungkap Ayu kepada wartawan Sabtu (16/5).

Pelaku kemudian memanipulasi Ayu dengan menyuruhnya melakukan uji coba pengiriman biaya ke rekening mana saja. Pelaku berdalih, jika proses transfer tersebut gagal, maka akun milik Ayu bermasalah dan kudu segera diperbaiki.

Benar saja, ketika dicoba dan prosesnya gagal, pelaku langsung menawarkan “bantuan” untuk memperbaiki akun tersebut. Pelaku mengirimkan sebuah tautan (link) nan sekilas tampak sangat meyakinkan seperti laman pembaruan akun resmi. Ujung-ujungnya, korban diminta untuk melakukan verifikasi kode nan dikirimkan ke ponselnya.

Nyaris Jadi Korban, Berhasil Sadar di Menit Akhir

Electronic money exchangers listing

Beruntung, Ayu langsung menyadari ada nan tidak beres dengan permintaan kode verifikasi tersebut. Ia segera membatalkan pengiriman kode tersebut sebelum pelaku sukses menguasai akunnya.

Meskipun menyadari aksinya mulai dicurigai, pelaku tidak menyerah begitu saja. Pelaku terus melakukan panggilan telepon secara garang dan melontarkan ancaman demi mendesak korban.

“Intinya mereka terus menelpon dan mendesak. Bahkan menakut-nakuti bakal memblokir akun saya selamanya jika tidak melakukan perbaikan akun saat itu juga,” tambah Ayu.

Berkaca dari kejadian nan menimpa Ayu, masyarakat Kabupaten Lamandau diimbau untuk semakin memperketat kewaspadaan terhadap panggilan dari nomor asing nan bersuara mendesak alias mengancam. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kejahatan siber sekarang kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa sekarang menjadi sasaran lembek para pelaku peretasan akun media sosial dan WhatsApp.

Hal ini kembali terjadi di lingkungan masyarakat baru-baru ini. Salah seorang penduduk berjulukan Ayu menceritakan pengalaman mendebarkan nan nyaris membikin dirinya menjadi korban penipuan dan peretasan akun finansial digitalnya.

Berdasarkan penuturan Ayu, tindakan percobaan penipuan ini dimulai saat dia menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal. Pelaku melancarkan tindakan dengan memberikan tuduhan tiruan dan tekanan psikologis kepada korban.

Electronic money exchangers listing

“Penipu menelpon dan mengatakan nomor saya melakukan pelanggaran transaksi ke akun gambling online (judol),” ungkap Ayu kepada wartawan Sabtu (16/5).

Pelaku kemudian memanipulasi Ayu dengan menyuruhnya melakukan uji coba pengiriman biaya ke rekening mana saja. Pelaku berdalih, jika proses transfer tersebut gagal, maka akun milik Ayu bermasalah dan kudu segera diperbaiki.

Benar saja, ketika dicoba dan prosesnya gagal, pelaku langsung menawarkan “bantuan” untuk memperbaiki akun tersebut. Pelaku mengirimkan sebuah tautan (link) nan sekilas tampak sangat meyakinkan seperti laman pembaruan akun resmi. Ujung-ujungnya, korban diminta untuk melakukan verifikasi kode nan dikirimkan ke ponselnya.

Nyaris Jadi Korban, Berhasil Sadar di Menit Akhir

Beruntung, Ayu langsung menyadari ada nan tidak beres dengan permintaan kode verifikasi tersebut. Ia segera membatalkan pengiriman kode tersebut sebelum pelaku sukses menguasai akunnya.

Meskipun menyadari aksinya mulai dicurigai, pelaku tidak menyerah begitu saja. Pelaku terus melakukan panggilan telepon secara garang dan melontarkan ancaman demi mendesak korban.

“Intinya mereka terus menelpon dan mendesak. Bahkan menakut-nakuti bakal memblokir akun saya selamanya jika tidak melakukan perbaikan akun saat itu juga,” tambah Ayu.

Berkaca dari kejadian nan menimpa Ayu, masyarakat Kabupaten Lamandau diimbau untuk semakin memperketat kewaspadaan terhadap panggilan dari nomor asing nan bersuara mendesak alias mengancam. (bib)

Sumber prokalteng