NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kejahatan siber sekarang semakin menyasar figur publik dengan modus nan kian beragam dan menjebak. Baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Lamandau dihebohkan dengan berita peretasan akun WA nan menimpa sejumlah pejabat daerah. Modus nan digunakan disinyalir berasal dari kiriman tautan (link) undangan tiruan nan diklik oleh korban, sehingga mengakibatkan akses akun beranjak tangan secara ilegal.
Insiden ini menimpa Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid nan secara mendadak kehilangan kendali atas akun WA pribadinya. Setelah akun tersebut sukses dikuasai alias di-banned dari perangkat aslinya, oknum tidak bertanggung jawab mulai melancarkan tindakan penipuan. Pelaku menggunakan identitas sang pejabat untuk menghubungi daftar kontak nan ada di ponsel tersebut guna melancarkan niat jahatnya.
Tak hanya wakil bupati, Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Budi Rahmat juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan siber nan serupa. Akun WA miliknya diretas setelah diduga berinteraksi dengan pesan mencurigakan nan masuk ke ponselnya. Kejadian nan beruntun ini menunjukkan bahwa siapa pun, tanpa memandang jabatan, dapat menjadi sasaran lembek pelaku kejahatan digital jika kurang waspada.
Modus operandi nan dijalankan pelaku setelah menguasai akun adalah dengan mengirimkan pesan berantai kepada rekan sejawat maupun warga. Dalam pesan tersebut, pelaku nan berpura-pura menjadi pejabat mengenai mulai meminta sejumlah duit dengan beragam argumen mendesak. Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan tidak langsung percaya jika menerima permintaan biaya dari nomor-nomor pejabat tersebut.
Menyikapi perihal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital. Terutama dalam menangani pesan dari nomor asing alias pesan mencurigakan dari orang nan dikenal.
“Sangat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan berupa undangan, pembaruan aplikasi, alias lampiran file dalam corak apa pun. Verifikasi melalui panggilan telepon secara langsung adalah langkah terbaik jika menerima pesan permintaan support finansial,” ujar Kepala Diskominfostandi, Herwinson, Kamis (30/4).
Kasus ini menjadi pelajaran berbobot bagi seluruh penduduk Lamandau bakal pentingnya keamanan info pribadi dan fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan singkat.
“Saat ini, upaya pemulihan akun tengah dilakukan dan diharapkan tidak ada penduduk nan terjebak menyetorkan duit kepada pelaku. Kejahatan ini sekarang menjadi perhatian serius agar tidak menyantap lebih banyak korban di masa mendatang,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kejahatan siber sekarang semakin menyasar figur publik dengan modus nan kian beragam dan menjebak. Baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Lamandau dihebohkan dengan berita peretasan akun WA nan menimpa sejumlah pejabat daerah. Modus nan digunakan disinyalir berasal dari kiriman tautan (link) undangan tiruan nan diklik oleh korban, sehingga mengakibatkan akses akun beranjak tangan secara ilegal.
Insiden ini menimpa Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid nan secara mendadak kehilangan kendali atas akun WA pribadinya. Setelah akun tersebut sukses dikuasai alias di-banned dari perangkat aslinya, oknum tidak bertanggung jawab mulai melancarkan tindakan penipuan. Pelaku menggunakan identitas sang pejabat untuk menghubungi daftar kontak nan ada di ponsel tersebut guna melancarkan niat jahatnya.
Tak hanya wakil bupati, Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Budi Rahmat juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan siber nan serupa. Akun WA miliknya diretas setelah diduga berinteraksi dengan pesan mencurigakan nan masuk ke ponselnya. Kejadian nan beruntun ini menunjukkan bahwa siapa pun, tanpa memandang jabatan, dapat menjadi sasaran lembek pelaku kejahatan digital jika kurang waspada.
Modus operandi nan dijalankan pelaku setelah menguasai akun adalah dengan mengirimkan pesan berantai kepada rekan sejawat maupun warga. Dalam pesan tersebut, pelaku nan berpura-pura menjadi pejabat mengenai mulai meminta sejumlah duit dengan beragam argumen mendesak. Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan tidak langsung percaya jika menerima permintaan biaya dari nomor-nomor pejabat tersebut.
Menyikapi perihal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Lamandau, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital. Terutama dalam menangani pesan dari nomor asing alias pesan mencurigakan dari orang nan dikenal.
“Sangat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan berupa undangan, pembaruan aplikasi, alias lampiran file dalam corak apa pun. Verifikasi melalui panggilan telepon secara langsung adalah langkah terbaik jika menerima pesan permintaan support finansial,” ujar Kepala Diskominfostandi, Herwinson, Kamis (30/4).
Kasus ini menjadi pelajaran berbobot bagi seluruh penduduk Lamandau bakal pentingnya keamanan info pribadi dan fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi pesan singkat.
“Saat ini, upaya pemulihan akun tengah dilakukan dan diharapkan tidak ada penduduk nan terjebak menyetorkan duit kepada pelaku. Kejahatan ini sekarang menjadi perhatian serius agar tidak menyantap lebih banyak korban di masa mendatang,” tandasnya. (bib)
4 hari yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·