Warga Wilayah Kaya Minyak Di Kanada Minta Merdeka, Terpengaruh Trump?

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah penduduk dari golongan separatis wilayah kaya minyak di Kanada menuntut kemerdekaan memisahkan diri dari negara itu.

Kelompok separatis di Provinsi Alberta sekarang bersiap mengusulkan petisi untuk referendum pada Senin pekan ini. Kelompok tersebut mengeklaim memiliki cukup tanda tangan untuk mendorong referendum memisahkan diri dari Kanada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kebijakan Ottawa yang dinilai tak setara bagi provinsi penghasil minyak terbesar di Kanada itu, kembalinya Donald Trump di bangku kepresidenan Amerika Serikat kian mendorong golongan separatis untuk memisahkan diri.

Trump juga pernah mengatakan bahwa Kanada lebih baik berasosiasi dengan AS sebagai negara bagian.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa kubu pro-kemerdekaan tetap menjadi minoritas di antara lima juta masyarakat Alberta, dikutip dari AFP. Namun, jumlah mereka sekarang telah mencapai nomor tertinggi sepanjang sejarah, ialah sekitar 30 persen.

Kelompok separatis Alberta juga semakin dekat untuk memaksa diadakannya referendum. Tuntutan itu mencuat setelah Ottawa kembali memegang kendali terhadap industri minyak provinsi itu dan memicu kekecewaan publik di sana.

Tuntutan untuk meminta referendum juga semakin kuat setelah kembalinya Trump menduduki bangku Presiden AS.

Kelompok separatis Stay Free Alberta mulai meluncurkan petisi pada Januari tahun ini. Mereka kudu mendapatkan minimal 178.000 tanda tangan petisi hingga awal Mei untuk memaksa digelar referendum.

Pemimpin Stay Free Alberta Mitch Sylvestre, menyatakan keyakinannya bahwa golongan tersebut bakal berhasil.

"Kami bakal mempunyai tanda tangan nan dibutuhkan untuk memicu referendum dengan cukup aman," kata Sylvestre kepada AFP pada hari Kamis.

Para separatis berencana untuk menyerahkan daftar mereka kepada pejabat provinsi di ibu kota Edmonton pada hari Senin.

Di pihak lain, penentang aktivitas referendum, Alberta's First Nations sudah mengusulkan gugatan ke pengadilan dengan argumen kemerdekaan bakal melanggar hak-hak perjanjian mereka. Gugatan itu dapat membikin referendum menjadi ilegal.

Namun, proses pengajuam referendum bisa mengubah Kanada secara permanen jika seandainya golongan separatis kalah alias apalagi referendum kandas digelar.

Sejarawan sekaligus pendukung kemerdekaan Alberta Michael Wagner mengatakan dinamika itu bakal mengubah Kanada ke depan.

"Bahkan jika kami kalah dalam referendum, (ini) tidak bakal lenyap begitu saja. Saya pikir ini bakal menjadi perubahan permanen dalam budaya politik kita," kata Wagner kepada AFP.

Mantan Perdana Menteri Alberta dari kubu federalis konservatif sependapat dengan Wagner.

Ia mengatakan bulan lampau jika kubu kemerdekaan mendapatkan support 20-35 persen dalam referendum, "itu bakal mengubah aktivitas separatis dari golongan marginal menjadi aspek nyata dalam politik kita nan bakal mengganggu untuk waktu nan lama."

Kekecewaan kubu separatis

Alberta berasosiasi dengan konfederasi Kanada pada tahun 1905. Rasa tidak puas terhadap para pemimpin politik di wilayah timur, Ontario dan Quebec, kemudian memicu aktivitas separatis marginal di beragam titik selama abad terakhir.

Namun, Wagner mengatakan separatisme betul-betul berkembang sebagai protes terhadap Program Energi Nasional tahun 1980 nan digagas mantan PM Pierre Trudeau. Ia memperluas kendali Ottawa atas industri minyak.

Program tersebut mencakup pengendalian nilai untuk penjualan minyak domestik dan pajak baru nan memberikan Ottawa lebih banyak pendapatan dari minyak Alberta.

Pemerintah Trudeau saat itu beranggapan bahwa langkah-langkah tersebut melindungi penduduk Kanada setelah guncangan nilai minyak dunia pada 1970-an.

Putra Trudeau, Justin, terpilih sebagai perdana menteri 35 tahun kemudian. Ia mengusung agenda utama kesadaran suasana nan dikecam oleh banyak orang di Alberta.

Selama satu dasawarsa kekuasaan Trudeau, penduduk Alberta menuduh pemerintah Liberal-nya menjelek-jelekkan produksi minyak dan menghalang investasi di sektor tersebut, terutama untuk kapabilitas pipa.

Wagner kemudian menilai kemenangan Mark Carney pada pemilihan 2025 adalah "titik balik."

Pemimpin Konservatif Pierre Poilievre mempunyai kelebihan besar dalam jajak pendapat pada awal tahun 2025.

"Sudah sepenuhnya diharapkan dia (Poilievre) bakal menjadi pahlawan kami. Dia bakal menyelamatkan kami dari pemerintah Liberal. Ketika jajak pendapat mulai berbalik mendukung Carney, dan kemudian Carney menang (pemilu), kekecewaan di sini sangat dramatis," kata Wagner.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional