Wajah Memerah, Momen Ilmuwan Dikonfrontasi Sebagai Pencipta Bitcoin

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Seorang intelektual komputer asal Inggris bersikeras dia bukanlah developer Bitcoin nan misterius, Satoshi Nakamoto. Sebuah laporan menyatakan mengungkap identitasnya sebagai pembuat duit mata uang digital tersebut.

Artikel New York Times merinci upaya untuk mengungkap identitas Satoshi Nakamoto, penulis misterius white paper Bitcoin nan meletakkan dasar teoretis mata duit digital modern.

Artikel tersebut menyebut Adam Back, intelektual komputer dan pengusaha kelahiran London. Di X, Back membantah dirinya adalah master teknologi misterius dan kemungkinan besar sangat kaya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga tidak tahu siapa Satoshi dan saya pikir ini justru baik untuk Bitcoin. Ini membantu Bitcoin dipandang sebagai kelas aset baru, sebuah komoditas digital nan secara matematis langka," tulisnya.

"Saya bukan Satoshi, tetapi saya sejak awal sangat konsentrasi pada implikasi positif kriptografi, privasi online, dan duit elektronik bagi masyarakat," cetusnya kepada BBC nan dikutip detikINET.

Identitas original Nakamoto lama menjadi spekulasi. Upaya sebelumnya untuk mengungkap sosoknya pernah mengarah pada Nick Szabo, intelektual komputer Hungaria-Amerika alias Hal Finney, developer software. Kali ini, jejak tersebut mengarah ke Back, personil organisasi kriptografi pemberontak online berjulukan cypherpunks pada awal 1990-an.

John Carreyrou menemukan kesamaan antara Back dan Nakamoto dengan menelusuri unggahan internet lama dan menganalisis kesamaan tulisan publik mereka. Ia membandingkan linimasa mereka. Back tiba-tiba vakum beberapa tahun di forum mengenai kriptografi, bertepatan dengan momen munculnya Satoshi dan menggunakan AI untuk membandingkan style bahasa nan digunakan Back dan Satoshi.

Kemudian, dia mengonfrontasi Back dengan bukti tersebut di sebuah konvensi Bitcoin. Ia menggambarkan wajah Back memerah dan tampak salah tingkah saat disodori bukti tersebut serta salah bicara, di mana dia terdengar berbincang seolah dirinya Satoshi.

"Ia telah menghapus keraguan nan tersisa di akal saya bahwa saya telah menemukan orang nan tepat," tulis Carreyrou.

Back berkilah itu semua hanyalah kebetulan. Menurutnya, bukti nan mengarah pada konklusi Carreyrou adalah kombinasi kebetulan dan penggunaan frasa nan mirip dari orang-orang dengan pengalaman dan minat serupa.

Tidak semua orang mempercayainya. Domer, penjudi Polymarket terkemuka, membalas unggahan Back. "Setelah membaca tulisan itu, saya percaya 99% bahwa Anda adalah Satoshi. Tanda-tandanya sangat jelas (tindakan menghilang tiba-tiba itu adalah kesalahan pemula klasik ala mafia/werewolf)," tulisnya.

Namun, beberapa pihak lainnya merasa kurang yakin. Steven Murdoch, guru besar pengetahuan komputer University College London, menyebut memang ada beberapa indikasi kuat, tapi tidak ada bukti nan sangat meyakinkan

"Itu bukannya tidak masuk akal, tapi tebakan saya tetap pada Hal Finney," kata Murdoch, terutama lantaran Finney menerima transaksi Bitcoin pertama dari Satoshi. "Praktik umum adalah selalu menguji suatu sistem dengan mengirimkan sesuatu kepada diri sendiri."

Dr. Jacky Mallett, asisten guru besar pengetahuan komputer di Universitas Reykjavík, mengatakan Satoshi nyaris pasti lebih dari seorang, mengenai adanya pembaruan pada kode Bitcoin nan mengindikasikan banyak kontributor. "Saya pikir ada sekelompok mini orang di kembali ini dan mereka memahami struktur finansial jauh melampaui dari apa nan diakui publik selama ini," ujarnya.

Back adalah pemilik sebuah perusahaan perbendaharaan Bitcoin nan sedang melakukan merger dengan sebuah perusahaan publik. Jika Back betul-betul Nakamoto-dan pemilik 1,1 juta koinnya, dia kudu mengungkapkannya kepada Securities and Exchange Commission.


(fyk/rns)

Sumber detik-inet