Wabah Campak Melonjak, Rumah Sakit Kewalahan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Foto Health

Agung Pambudhy - detikHealth

Minggu, 26 Apr 2026 19:15 WIB

Jakarta - Wabah balang di Bangladesh meningkat pada April 2026, memicu lonjakan kasus dan kematian serta menekan kapabilitas rumah sakit, terutama di Dhaka.

Children receive treatment at a hospital in Dhaka, Bangladesh, in April 2026, amid a growing measles outbreak. The number of infections and deaths continues to rise across the country, placing increasing pressure on healthcare facilities. (Photo by Sony Ramani/NurPhoto via Getty Images)

Anak-anak menerima perawatan di sebuah rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, pada April 2026, di tengah meningkatnya pandemi campak. Jumlah jangkitan dan kematian terus bertambah di seluruh negeri, sehingga memberikan tekanan nan semakin besar pada akomodasi jasa kesehatan. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Children receive treatment at a hospital in Dhaka, Bangladesh, in April 2026, amid a growing measles outbreak. The number of infections and deaths continues to rise across the country, placing increasing pressure on healthcare facilities. (Photo by Sony Ramani/NurPhoto via Getty Images)

 Wabah balang nan meluas di Bangladesh sejak pertengahan Maret 2026 terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan lonjakan kasus dan kematian nan sebagian besar menimpa anak-anak. Situasi ini memberikan tekanan besar terhadap akomodasi kesehatan, terutama di ibu kota, Dhaka. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Children receive treatment at a hospital in Dhaka, Bangladesh, in April 2026, amid a growing measles outbreak. The number of infections and deaths continues to rise across the country, placing increasing pressure on healthcare facilities. (Photo by Sony Ramani/NurPhoto via Getty Images)

Data World Health Organization menyebutkan, lebih dari 19.000 kasus balang dilaporkan antara 15 Maret hingga pertengahan April 2026, dengan sekitar 2.900 kasus terkonfirmasi laboratorium. Dalam periode nan sama, tercatat sedikitnya 30 kematian terkonfirmasi serta lebih dari 160 kematian mengenai balang nan tetap dalam kategori dugaan. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Children receive treatment at a hospital in Dhaka, Bangladesh, in April 2026, amid a growing measles outbreak. The number of infections and deaths continues to rise across the country, placing increasing pressure on healthcare facilities. (Photo by Sony Ramani/NurPhoto via Getty Images)

Mayoritas penderita adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, nan mencapai nyaris 80 persen dari total kasus. Tingginya nomor tersebut menandakan kerentanan golongan usia awal terhadap penyakit menular nan sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Lonjakan pasien membikin rumah sakit kewalahan. Ribuan anak kudu dirawat, dengan lebih dari 12.000 kasus dilaporkan memerlukan perawatan di akomodasi kesehatan. Kondisi ini menyebabkan tekanan signifikan terhadap kapabilitas layanan, termasuk ruang perawatan dan tenaga medis.Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Children receive treatment at a hospital in Dhaka, Bangladesh, in April 2026, amid a growing measles outbreak. The number of infections and deaths continues to rise across the country, placing increasing pressure on healthcare facilities. (Photo by Sony Ramani/NurPhoto via Getty Images)

Para mahir kesehatan menilai pandemi ini dipicu oleh kesenjangan cakupan imunisasi, nan diperparah oleh gangguan jasa kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuka celah bagi virus balang untuk kembali menyebar luas di masyarakat. Wabah ini menjadi pengingat pentingnya imunisasi rutin dan penguatan sistem kesehatan, terutama untuk melindungi golongan paling rentan seperti anak-anak dari penyakit nan dapat dicegah dengan vaksin.

Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Sumber detik-health