SAMPIT – Munculnya rumor viral mengenai mobil ambulans nan disebut tidak diprioritaskan saat antre mengisi BBM di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibantah pihak SPBU tersebut.
Pengawas SPBU Samuda, Hasbi, menegaskan bahwa sejak dulu pihaknya sudah berkomitmen memprioritaskan kendaraan seperti ambulans saat mengisi BBM.
Secara tegas dia menyebut kendaraan ambulans tidak perlu ikut antre dan bisa langsung masuk untuk dilayani mengisi bahan bakar, lantaran ini sifatnya urgensi.
“Dari dulu kami sudah komitmen memprioritaskan ambulans, mobil damkar, jadi tidak perlu ikut antre, langsung masuk saja,” tegasnya, Sabtu 16 Mei 2026.
Terkait tudingan adanya pelangsir BBM, Hasbi menyebut perihal tersebut bukan ranah pihak SPBU. Namun nan jelas, SPBU tetap memprioritaskan kendaraan ambulans. Di sisi lain juga saat ini memang banyak masyarakat nan mengante mengisi pertalite.
Kejadian tersebut juga disebut terekam jelas melalui CCTV SPBU. Dalam rekaman itu terlihat posisi ambulans sudah berada di depan antrean SPBU, namun kemudian kendaraan tersebut justru pergi meninggalkan letak tanpa karena nan jelas.
“Ada videonya dia di depan. Tapi pergi. nan kita sayangkan membangun opini memudian tiba-tiba memviralkan video nan hanya dari statement-nya sendiri,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa semua orang memang memerlukan BBM, sehingga tidak bisa langsung menuding kendaraan nan mengisi sebagai pelangsir. Menurutnya, jangan sampai muncul opini nan merugikan banyak pihak.
“Semua orang perlu mengisi pertalite. Tidak bisa juga menuding mereka nan mengisi adalah pelangsir. Jangan menggiring opini nan merugikan orang banyak,” katanya.
Hasbi kembali menegaskan bahwa ke depan jika ada kendaraan ambulans nan hendak mengisi BBM, maka cukup langsung masuk ke area pengisian lantaran pasti bakal diprioritaskan oleh petugas SPBU. Terlebih para pengemudi ambulans juga mengerti tentang perihal itu.
“Kalau mau mengisi membawa mobil ambulance langsung masuk saja ke dalam, pasti dilayani dan diutamakan,” ujarnya.
Ia juga menepis dugaan bahwa pelayanan ambulans disamakan dengan kendaraan biasa. Menurutnya, kendaraan darurat tetap mendapat perlakuan unik di SPBU tersebut.
Selain itu, dia meminta agar pengemudi ambulance ataupun kendaraan lain tidak perlu berdebat dengan sesama pengendara lain saat hendak mengisi BBM, lantaran kewenangan pengaturan pengisian berada di pihak SPBU.
“Yang janggal juga dia bilang mau isi solar, sementara mobilnya bahan bakar Pertalite,” tukasnya.
Diketahui sebelumnya viral sebuah unggahan video keluhan dari seorang pengemudi ambulans nan mengaku kesulitan mengisi BBM di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Dalam video nan beredar di media sosial itu, pengemudi ambulans tersebut menyampaikan dirinya hendak mengisi solar untuk menjemput pasien ke Sampit. Namun saat SPBU mulai beroperasi, dia mengaku tidak mendapatkan prioritas pengisian dan justru terlibat antrean dengan kendaraan lain nan disebut diduga pelangsir BBM subsidi. (Nardi)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·