SAMPIT – Kreativitas anak muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus bermunculan di tengah kondisi ekonomi nan serba menantang. Salah satunya datang dari upaya spot selfie kekinian menggunakan cermin cembung nan sekarang mulai ramai diminati penduduk di Sampit.
Usaha unik tersebut terlihat di area Taman Kota Sampit kerap dipadati penduduk saat pagi dan sore hari maupun ketika Car Free Day (CFD) akhir pekan berlangsung.
Bahkan Bunda PAUD Khairiah Halikinnor sempat mencoba ber selfie di cermin cembung saat dia datang membuka aktivitas lomba di Taman Kota.
Seorang pemuda Sampit berjulukan Jakaria memanfaatkan tren media sosial, khususnya TikTok, dengan menghadirkan spot foto estetik menggunakan cermin cembung layaknya nan biasa ditemukan di tikungan jalan.
Pemuda berumur 24 tahun itu menamai usahanya “ConveX Mirror Selfie”. Konsepnya sederhana, namun cukup menarik perhatian anak muda nan doyan berburu foto estetik untuk media sosial.
Cermin tersebut dipasang menggunakan tongkat penyangga portable sehingga mudah dipindahkan ke beragam letak keramaian. Agar tampil lebih menarik, bagian cermin dihias menggunakan stiker dan cat pilox dengan nuansa kekinian ala street photography.
“Awalnya terinspirasi dari TikTok. Saya memang suka fotografi dan cari spot foto estetik, jadi kepikiran buat coba sendiri di Sampit,” kata Jakaria Sabtu 9 Mei 2026.
Untuk menikmati spot foto tersebut, visitor hanya dikenakan tarif Rp5 ribu selama tiga menit dan bebas berpotret menggunakan ponsel masing-masing.
Meski baru melangkah sekitar dua hari, upaya tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat, terutama kalangan remaja dan anak muda nan penasaran mencoba sensasi selfie menggunakan cermin unik itu.
Tak hanya anak muda, sejumlah ibu-ibu nan sedang berolahraga di sekitar area taman dan Nur Mentaya juga terlihat tertarik mencoba spot selfie tersebut.
“Biasanya nan ramai itu pas CFD alias sore hari di lampu-lampu Nur Mentaya. Banyak nan penasaran lantaran lagi tren juga,” ujarnya.
Selain menyediakan spot foto, Jakaria turut menawarkan jasa gambar karakter wajah buatan tangan. Tarifnya Rp10 ribu untuk satu orang dan Rp15 ribu untuk dua orang alias lebih.
Penghasilannya disebut bisa mencapai sekitar Rp100 ribu dalam sehari. Usaha itu tetap dijalankan sebagai pekerjaan sampingan lantaran dirinya juga bekerja di Citimal.
“Tetap menyesuaikan agenda kerja. Kalaupun masuk kerja jam 09.00 WIB Minggu tetap saya sempatkan buka sejenak saat pagi CFD,” ungkapnya.
Untuk memulai upaya tersebut, Jakaria mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp400 ribu nan digunakan membeli cermin, tongkat penyangga, hingga perlengkapan dekorasi.
Ide sederhana itu sekarang mulai menarik perhatian penduduk Sampit. Di era media sosial seperti sekarang, spot foto unik dan estetik memang selalu punya daya tarik tersendiri bagi anak muda nan doyan mengabadikan momen dan mengunggahnya ke IG maupun TikTok. (Nardi)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·