CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 06:45 WIB
Ilustrasi nyamuk. (Muhajir Arifin/detikJatim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama berabad-abad, Islandia menjadi primadona bagi visitor nan membenci nyamuk. Negara nan dijuluki Negeri Api dan Es ini dikenal sebagai satu-satunya tempat di bumi (selain Antartika) nan bebas dari serangga penghisap darah tersebut.
Namun, status legendaris itu sekarang resmi berhujung tahun lalu. Nyamuk belakangan ditemukan di Islandia.
Para intelektual dari Lembaga Sejarah Alam Islandia mengonfirmasi temuan jenis nyamuk nan bisa beradaptasi dengan suhu dingin, Culiseta annulata, nan sekarang mulai menetap di pulau tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini bermulai pada akhir Oktober 2025, ketika seorang pecinta serangga berjulukan Björn Hjaltason menemukan seekor "lalat aneh" pada jebakan lalat di sebuah peternakan di utara Reykjavík.
"Pada senja hari tanggal 16 Oktober (2025), saya memandang lalat nan tidak biasa. Saya segera berprasangka dan langsung menangkapnya. Itu adalah seekor nyamuk betina," ujar Hjaltason kepada RÚV, seperti dilansir Travel and Leisure.
Secara total, ditemukan tiga ekor nyamuk (dua betina dan satu jantan) nan kemudian dikonfirmasi oleh para mahir sebagai jenis Culiseta annulata.
Nyamuk ini bukan berasal dari wilayah tropis, melainkan jenis nan umum ditemukan di Eropa, Inggris, dan negara-negara Nordik lainnya.
Nyamuk jenis ini berukuran besar dan bisa memperkuat hidup di suasana ekstrem. Selama musim dingin nan membeku, mereka berlindung di tempat perlindungan buatan manusia seperti ruang bawah tanah alias gudang.
Meskipun tidak membawa penyakit tropis mematikan seperti malaria alias demam berdarah, sebuah studi tahun 2017 menyebut bahwa jenis ini dapat membawa pemasok infeksius nan mengenai dengan karsinogen (penyebab kanker).
Para mahir meyakini nyamuk-nyamuk ini tiba di Islandia melalui jalur perdagangan dan pengiriman peralatan (kargo). Meningkatnya aktivitas transportasi dunia serta perubahan suasana nan menghangat membikin Islandia sekarang menjadi lingkungan nan lebih "ramah" bagi serangga baru.
Dahulu, suhu dingin ekstrem Islandia membikin nyamuk menjadi lesu dan tidak bisa berkembang biak. Namun, dengan kehadiran Culiseta annulata, pertahanan alami Islandia resmi jebol.
Dengan jatuhnya status Islandia, sekarang Antartika menjadi satu-satunya daratan di Bumi nan betul-betul bebas dari nyamuk. Bagi Anda nan berencana berpiknik ke Islandia tahun ini, mungkin ada baiknya mulai mempertimbangkan membawa cairan anti-nyamuk di dalam koper.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·