SAMPIT – Ditpolairud Polda Kalteng tidak hanya konsentrasi pada keamanan perairan, tetapi juga ambil bagian dalam mencerdaskan generasi bangsa. Melalui Kapal Polisi XVIII-2006, Polri menghadirkan akomodasi perpustakaan terapung bagi anak-anak di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya, Selasa 14 April 2026.
Kehadiran kapal patroli nan menyulap sudutnya menjadi ruang baca ini disambut antusias oleh anak-anak pesisir. Berbagai koleksi kitab tersedia, mulai dari kitab dongeng, majalah anak, kitab bergambar, hingga kitab cerita edukatif lainnya.
Yuri (12), salah satu siswa SDN 5 Bapanggang Raya, mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa nan sering dijuluki “Kapal Melek Huruf” ini.
“Senang sekali lantaran bisa mengisi waktu libur dengan membaca. Ceritanya asyik, apalagi jika belum selesai dibaca, kami boleh meminjamnya untuk dibawa pulang,” ungkap Yuri dengan ceria.
Kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan dan pendidikan nan diusung oleh Ditpolairud Polda Kalteng. Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa literasi adalah kunci masa depan.
“Belajar melalui Kapal Polisi ini adalah corak kepedulian Polri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mau berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas,” ujar Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Sementara itu Komandan Kapal Polisi XVIII-2006, Aipda Choirul Mahfud, menambahkan bahwa kunjungan anak-anak ke perpustakaan terapung tersebut telah menjadi pemandangan rutin setiap hari.
“Setiap harinya selalu ada anak-anak nan berkunjung. Sebagian dari mereka apalagi sudah menjadi peminjam kitab rutin lantaran rasa mau tahu nan tinggi terhadap isi buku-buku nan kami sediakan,” jelas Aipda Choirul.
Dengan adanya penemuan ini, Ditpolairud berambisi kebiasaan membaca dapat tertanam sejak dini, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah perairan.(im/bs)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·