Tsunami terdeteksi terjadi wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, dan Kota Bitung, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5–7,6 mengguncang area tersebut pada Kamis pagi. Gelombang tsunami tercatat dengan ketinggian ialah 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi mereka di platform X.
“Pemutakhiran tsunami akibat gempabumi M 7,6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA setinggi 0,3 m, Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 m,” tulis akun tersebut, Kamis (2/3).
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara sekitar pukul 06.48 WITA. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan awal tsunami di sejumlah wilayah di kedua provinsi.
BMKG menetapkan beberapa wilayah berstatus siaga tsunami, di antaranya Ternate, Halmahera, dan Tidore di Maluku Utara. Sementara di Sulawesi Utara, status siaga mencakup Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara.
Selain itu, sejumlah wilayah lain berada pada status waspada, seperti Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, dan wilayah selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing info nan belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi gedung nan mengalami kerusakan akibat gempa.
“Masyarakat perlu memastikan kondisi gedung tempat tinggal kondusif sebelum kembali masuk, terutama untuk menghindari potensi runtuhan akibat struktur nan melemah,” ujarnya.
BMKG menegaskan bahwa info resmi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi nan telah terverifikasi. Hingga kini, otoritas tetap terus memantau perkembangan situasi serta akibat nan ditimbulkan akibat gempa dan tsunami tersebut.(jpc)
Tsunami terdeteksi terjadi wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, dan Kota Bitung, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5–7,6 mengguncang area tersebut pada Kamis pagi. Gelombang tsunami tercatat dengan ketinggian ialah 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.
Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi mereka di platform X.
“Pemutakhiran tsunami akibat gempabumi M 7,6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA setinggi 0,3 m, Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 m,” tulis akun tersebut, Kamis (2/3).
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara sekitar pukul 06.48 WITA. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan awal tsunami di sejumlah wilayah di kedua provinsi.
BMKG menetapkan beberapa wilayah berstatus siaga tsunami, di antaranya Ternate, Halmahera, dan Tidore di Maluku Utara. Sementara di Sulawesi Utara, status siaga mencakup Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara.
Selain itu, sejumlah wilayah lain berada pada status waspada, seperti Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, dan wilayah selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing info nan belum terverifikasi. Warga juga diminta menjauhi gedung nan mengalami kerusakan akibat gempa.
“Masyarakat perlu memastikan kondisi gedung tempat tinggal kondusif sebelum kembali masuk, terutama untuk menghindari potensi runtuhan akibat struktur nan melemah,” ujarnya.
BMKG menegaskan bahwa info resmi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi nan telah terverifikasi. Hingga kini, otoritas tetap terus memantau perkembangan situasi serta akibat nan ditimbulkan akibat gempa dan tsunami tersebut.(jpc)
1 bulan yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·