PALANGKA RAYA – Di tengah gempuran era digital, Ditpolairud Polda Kalteng mengambil langkah konkret untuk menjaga minat baca generasi muda, melalui Mako Perwakilan Palangka Raya, personel Ditpolairud membujuk anak-anak di area pesisir untuk belajar dan menimba pengetahuan di Pondok Baca, Rabu 15 April 2026.
Fasilitas ini dihadirkan sebagai pengganti tempat belajar nan nyaman di luar sekolah, sekaligus menjadi upaya preventif membentengi anak-anak dari akibat negatif penggunaan gadget nan berlebihan tanpa pengawasan.
Pihak Ditpolairud menyoroti kejadian saat ini di mana pelajar lebih sering berinteraksi dengan ponsel pandai dibandingkan kitab fisik. Meski teknologi menawarkan kemudahan, pengaruh negatif tetap mengintai jika tidak difilter dengan baik.
“Kami membujuk para pengunjung, khususnya anak-anak pelajar di wilayah pesisir, untuk meningkatkan minat baca melalui perpustakaan Pondok Baca ini. Kami menyediakan tempat nan nyaman dan leluasa agar mereka nyaman menimba ilmu,” ujar Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan melalui Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Ia menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari ekspansi pelayanan Polri kepada masyarakat.
Sasaran utama dalam aktivitas itu ialah para pelajar dan masyarakat nan tinggal di alur sungai serta area pesisir pantai.
Dengan tujuan memberikan faedah positif dan memperluas akses pendidikan non-formal bagi anak-anak nan jauh dari pusat kota.
“Kami berharap, pondok baca ini dapat menjadi sarana edukasi nan efektif untuk mencerdaskan anak bangsa di wilayah perairan Kalimantan Tengah,” ucapnya polisi nan berkawan disapa Dony itu.
Dengan adanya pondok baca ini, Polri berambisi kehadiran korps berseragam cokelat tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia nan literat dan berkualitas.(im/bs)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·