Tindaklanjut Keluhan Warga Terkait Antrean Bbm, Disperindag Dan Ukm Barsel Sidak Di Spbu

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Foto : Tanggapi keluhan masyarakat soal padatnya antrean BBM di SPBU, Disperindag dan UKM Barsel laksanakan sidak, Jumat (17/4/2026).(ist)

Stevano Tampetu 17/04/2026 Barito Selatan 4 Views

BeritaKalteng.com, BUNTOK – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag dan UKM) Kabupaten Barito Selatan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga SPBU nan ada di Daerah tersebut, Jumat (17/4/2026).

Diungkapkan oleh Kepala Disperindag dan UKM Barsel, Harmito, sidak ini merupakan tindaklanjut menyikapi keluhan masyarakat sejak sepekan terakhir terkait, padatnya antrean di setiap SPBU sehingga sigap tutup serta nilai satuan nan ikut naik di tingkat eceran.

Harmito beserta tim mengenai turun langsung ke tiga SPBU nan ada di kota Buntok, untuk lakukan sidak memandang apa saja permsalahan nan membikin SPBU banyak antrian dan kadang sering sigap tutup dari seperti hari biasanya.

“Kita hari ini berbareng tim turun langsung sidak ke semua SPBU untuk dapat memandang langsung apa saja perihal penyebap hingga persoalan ini terjadi,” terang Harmito di SPBU Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan.

Ia menjelaskan, nyaris semua penyebap terjadinya perihal ini lantaran di tiga SPBU mendapat batas kiriman 8.000 kilo setiap kali pengiriman dan itu nan mereka jual kembali.

“Sehingga dengan padatnya antrean stok minyak nan ada sudah bisa dipastikan siang sudah lenyap lantaran adanya pembatasan kiriman dari pihak pertamina,” ungkap.

Kepada semua POM alias SPBU nan ada, diimbau untuk bisa bijak membagi minyak nan sudah ada kepada masyarakat agar tidak ada nan merasa kecewa.

Ditambahkan olehnya, Disperindag dan UKM Barsel juga sudah kordinasi kepada Pj. Sekda mengenai giat hari ini dan hasilnya bakal langsung dilporkan agar bisa segera mungkin bisa kembali dibahas.

“Kita bakal lakukan pembahasan secepat mungkit mengenai bakal nilai jual agar tidak menyulitkan masyarakat dan merupakan nilai Harga Eceran Tertinggi (HET) nantinya di kalangan pengecer, dan kiranya bisa dituruti kepada semua pengecer jika sudah keluar nilai HET nan nantinya ditetapkan,” tegas Harmito.

Sementara Pengelola SPBU Sababilah Buntok, Visal, mengatakan, bahwa minyak nan ada bukan lantaran adanya kelangkaan lantaran ada rumor kenaikan BBM, namun lantaran adanya pembatasan kiriman dari Pertamina sana.

“Minyak nan kita terima dalam sekali pengiriman hanya separo dari truk tangki 16 ribu liter itu ialah 8 ribu liter dan itu nan kita jual sehingga dengan banyaknya antrian kerap belum separuh hari sudah habis,” beber Visal.

Sumber berita-kalteng