Jakarta -
Khaby Lame dilaporkan berubah dari raja reaksi tak bersuara di TikTok, menjadi calon miliarder dalam semalam pada Januari lalu. Hal ini terjadi setelah Rich Sparkle Holdings mengumumkan kesepakatan senilai USD 975 juta alias sekitar Rp 15,6 triliun untuk perusahaan nan memegang kewenangan komersial Khaby, ialah Step Distinctive.
Meski awalnya terlihat seperti penjualan tunai biasa, rupanya transaksinya tidak demikian. Kesepakatan tersebut rupanya disusun sebagai transaksi saham untuk 75 juta lembar saham baru.
Skema ini sempat membikin TikToker terpopuler bumi itu menjadi miliarder di atas kertas saat saham Rich Sparkle melonjak tajam. Sebuah arsip juga menyebut bahwa Lame mengendalikan 49 persen saham Step Distinctive baik secara langsung maupun tidak langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini setelah euforia saham mereda, tanda-tanda peringatan bahwa ada sesuatu nan tidak beres mulai bermunculan. Saham Rich Sparkle dilaporkan ambruk lebih dari 90 persen dari puncaknya pada bulan Januari, menghapus sebagian besar nilai kesepakatan tersebut.
Beberapa pialang saham besar seperti Interactive Brokers, Fidelity, dan Charles Schwab mulai membatasi alias memblokir perdagangan saham ini. Meski beberapa platform tetap mengizinkannya, tindakan pembatasan dari banyak perusahaan besar ini biasanya merupakan pertanda jelek bagi masa depan saham tersebut.
Hal nan lebih mengkhawatirkan adalah kurangnya kejelasan apakah kesepakatan tersebut betul-betul sudah ditutup. Rich Sparkle memang menyebut akuisisi telah selesai dalam siaran pers bulan Januari lalu.
Namun pengajuan laporan finansial pada akhir Maret kemarin tetap mencantumkan transaksi tersebut sebagai sesuatu nan berjuntai pada kondisi tertentu. Tidak ada arsip pencatatan nan menunjukkan bahwa kesepakatan sudah tuntas alias saham nan dijanjikan telah diterbitkan sepenuhnya.
Lonjakan saham, sensasi promosi, pengajuan arsip nan tidak jelas, dan keruntuhan nilai secara tiba-tiba ini mulai menyerupai skema manipulasi pasar. Konsep upaya nan ditawarkan oleh Rich Sparkle sejak awal memang terdengar sangat ambisius dan kurang masuk akal.
Perusahaan tersebut mengatakan mau membangun avatar AI dari Lame untuk menangani penawaran merek dan menjual produk di beragam platform sosial. Mereka apalagi mematok sasaran penjualan tahunan dahsyat mencapai USD 4 miliar alias sekitar Rp 64 triliun.
Para pelaku industri sejak awal merasa skeptis dengan konsep mengubah salah satu tokoh media sosial terbesar menjadi mesin perdagangan AI di pasar publik. Lame sendiri memilih tutup mulut dan belum memberikan komentar publik mengenai kesepakatan ini sejak Januari, demikian dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (10/4/2026).
Pembuat konten ini apalagi sudah menghapus simbol saham Rich Sparkle dari bio media sosialnya dan menolak menanggapi permintaan komentar. Melihat semua kejanggalan ini, tampaknya angan menjadi triliuner lewat transaksi saham instan memang sering kali berujung pada kekecewaan besar.
(asj/fyk)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·