CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 18:10 WIB
Ilustrasi. Lama tidur nan disarankan memang 7-8 jam setiap malam. Namun rupanya tiap orang punya kebutuhan berbeda-beda. Cari tahu lama tidur idealmu dengan langkah berikut. (Getty Images/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ternyata, Anda tidak harus tidur selama 7-8 jam setiap malam. Dengan cara-cara berikut, Anda dapat menemukan lama tidur ideal sesuai kondisi tubuh.
Kamu pasti tidak asing dengan saran tidur setidaknya 7-8 jam setiap malam. Pun ada pula nan menyebut setidaknya 9 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan tidur kurang dari tujuh jam bisa meningkatkan obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lain.
Hanya saja, Tony Cunningham, psikolog klinis dan kepala Center for Sleep and Cognition di Boston, berbicara sebenarnya lama tidur ideal tidak sesederhana itu.
"Ada dua perihal berbeda nan terjadi di dalam tubuh kita nan menentukan jenis tidur nan kita dapatkan dan kualitas tidur nan kita dapatkan, ialah tekanan tidur dan ritme sirkadian kita," kata Cunningham seperti dilaporkan CNN.
Tekanan tidur alias dorongan tidur meningkat seiring saat Anda terjaga dan menurun ketika tidur. Cunningham mengibaratkan ini seperti semakin lama tidak makan semakin rasa lapar itu besar.
Kemudian ritme sirkadian adalah jam internal tubuh. Untuk kualitas tidur nan baik, dorongan tidur dan ritme sirkadian kudu bekerja bersama.
"[Untuk meningkatkan kualitas tidur] adalah dengan mulai bangun pada waktu nan sama setiap hari, lantaran perihal itu bisa sedikit lebih berpengaruh daripada tidur pada waktu nan sama setiap hari - lantaran tidak selalu merupakan buahpikiran nan baik untuk tidur jika Anda belum mengantuk," kata Cunningham.
Temukan lama tidur idealmu
Menyarankan orang untuk tidur 7-8 jam apalagi 9 jam tidak salah. Namun nan perlu Anda ingat, itu adalah kisaran rata-rata.
"Ada beberapa orang nan betul-betul hanya memerlukan lima alias enam jam - seperti biologi dan fisiologi mereka hanya memungkinkan mereka berfaedah optimal untuk mendapatkan lima hingga enam jam tidur," jelas Cunningham.
Sebaliknya, ada pula orang nan perlu tidur selama 10-11 jam per malam.
Ilustrasi. Saran untuk tidur selama 7-8 jam tidak salah. Namun nan perlu diingat, itu hanya nomor rata-rata. (pexels.com/cottonbro studio)
Cunningham pun menyarankan dua langkah untuk menemukan waktu tidur ideal.
Pertama, tidur di jam nan Anda percaya bisa tertidur dalam waktu tidak lebih dari 20-30 menit. Waktu tidurmu semestinya saat Anda memang merasa mengantuk, bukan hanya lelah.
Jika Anda sudah berebahan selama 20-30 menit tapi tidak kunjung tidur, maka kemungkinan Anda belum cukup menumpuk dorongan tidur.
Kamu perlu melakukan beberapa aktivitas nan merangsang kantuk seperti, mandi air hangat, meditasi, alias meredupkan pencahayaan.
Kedua, tidur tanpa pasang alarm. Setelah menemukan jam tidur, coba tidur tanpa pasang alarm. Kamu bakal bangun secara alami sehingga bisa menemukan lama tidur nan diperlukan tubuh.
Cunningham berbicara beberapa hari pertama mungkin Anda bakal tidur lebih lama dari biasanya. Latihan ini pun tidak bisa dilakukan hanya sekali alias dua kali.
Bukankah kita tetap baik-baik saja meski kurang tidur?
Kebutuhan tidur dipengaruhi banyak perihal termasuk genetika, usia, ritme sirkadian, kondisi medis, lingkungan, style hidup, dan kondisi hormonal.
Ada saja orang nan merasa dirinya tetap baik-baik saja meski kurang tidur. Padahal ini Anda tidak betul-betul baik-baik saja
"Seiring waktu, otak Anda menyesuaikan ekspektasinya tentang seperti apa 'normal' itu, sehingga kabut dan suasana hati nan jelek nan muncul akibat kurang tidur mulai terasa normal," kata Angela Holliday-Bell, master ahli tidur, seperti dilansir dari Women's Health Magazine.
Saat terus-menerus kurang tidur, otak pada dasarnya melakukan kalibrasi ulang.
Meski ada gangguan kognitif dan fisiologis, Anda tidak selalu merasa lelah. Seiring waktu, Anda tidak bisa merasakan gangguan di tubuh.
Selain itu, tubuh melepas hormon kortisol dan adrenalin agar tubuh terus bergerak sehingga Anda lebih waspada meski Anda kurang tidur.
Akan tetapi, jika situasi ini terjadi terus-menerus, peningkatan hormon stres secara kronis dapat meningkatkan peradangan, mengganggu metabolisme glukosa dan memberi tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.
(els)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·