Temui Min Aung Hlaing, Menlu Ri Serukan Perdamaian Di Myanmar

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Napyidaw pada Senin (8/6).

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto nan menegaskan komitmen Indonesia mendukung terciptanya perdamaian nan inklusif dan berkepanjangan di Myanmar.

"Sugiono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong perbincangan dan mendukung upaya penyelesaian bentrok secara damai," demikian rilis resmi Kemlu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia, lanjut rilis itu, menegaskan keyakinannya bahwa proses perdamaian nan berkepanjangan perlu berkarakter Myanmar-owned dan Myanmar-led, serta menekankan sungguh krusial penerapan Five-Point Consensus ASEAN sebagai kerangka berbareng dalam mendukung penyelesaian situasi di Myanmar.

Kunjungan ini juga mencerminkan solidaritas Indonesia nan selama ini diberikan kepada masyarakat Myanmar melalui beragam support kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana, termasuk saat terjadi gempa Myanmar pada 2025.

"Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu masyarakat Myanmar secara inklusif," lanjut Kemlu.

Selain berjumpa Aung Hlaing, Sugiono juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Tin Maung Swe.

Kedua Menlu itu membahas isu-isu nan menjadi perhatian berbareng di tingkat bilateral maupun kawasan, sekaligus upaya memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Bagi Indonesia, Myanmar merupakan bagian dari family besar ASEAN. Oleh lantaran itu, Indonesia bakal terus bekerja sama secara konstruktif dengan Myanmar dan seluruh negara personil ASEAN untuk mewujudkan area nan damai, stabil, dan sejahtera.

Kunjungan ini merupakan engagement berkepanjangan negara-negara ASEAN dengan Myanmar dalam mendukung upaya perdamaian dan stabilitas di negara tersebut. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina, Thailand, dan Malaysia telah melakukan kunjungan ke Myanmar.

Indonesia dan Myanmar mempunyai hubungan diplomatik nan telah terjalin sejak tahun 1949.

Enam tahun kemudian, kedua negara sama-sama menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung nan memperkuat semangat solidaritas, kemerdekaan, dan kerja sama antar negara-negara berkembang. Kedekatan historis tersebut menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan Indonesia-Myanmar di masa mendatang.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional