Jakarta, CNN Indonesia --
Meta merilis dua model kacamata pintar baru nan bisa digunakan oleh pengguna dengan mata minus. Perangkat ini dibanderol dengan nilai mulai US$499 alias sekitar Rp8,5 juta.
Kacamata pandai belakangan digadang-gadang bakal menjadi teknologi baru nan bakal menggantikan sebagian besar kegunaan smartphone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mark Zuckerberg, CEO Meta, dalam beberapa kesempatan menggaungkan peran kacamata pandai nan menurutnya bakal digunakan oleh banyak orang dalam beberapa tahun ke depan.
Oleh lantaran itu, tak heran jika Meta saat ini mulai sering mengeluarkan lini kacamata pandai mereka.
"Hari ini, kami meluncurkan model kacamata Ray-Ban Meta terbaru nan mengutamakan kualitas optik dan mendukung nyaris semua resep kacamata," tulis Meta di lamannya, Selasa (31/4).
"Kami juga menghadirkan pilihan warna dan lensa baru untuk bingkai Ray-Ban Meta dan Oakley Meta, serta pembaruan perangkat lunak canggih seperti pencarian nutrisi tanpa perlu menyentuh perangkat dan ringkasan WA menggunakan Meta AI," lanjut Meta.
Meta menghadirkan kacamata pandai alias nan mereka sebut kacamata AI baru dalam dua model, ialah Ray-Ban Meta Blayzer Optics (Gen 2) and Ray-Ban Meta Scriber Optics (Gen 2).
Kacamata Ray-Ban Meta terbaru disebut dirancang unik untuk memenuhi kebutuhan mereka nan mengandalkan kacamata resep dan kacamata nan dipakai sepanjang hari.
Varian Blayzer datang dengan kreasi persegi panjang nan tersedia dalam ukuran Standard dan Large, sementara Scriber datang dengan bingkai nan lebih bulat.
Kacamata Ray-Ban Meta Blayzer Optics (Gen 2) dan Ray-Ban Scriber Optics (Gen 2) dilengkapi dengan engsel nan dapat diperpanjang, alas hidung nan dapat diganti, serta ujung gagang nan dapat disesuaikan oleh mahir kacamata, sehingga dapat disesuaikan dengan corak wajah pengguna.
Model-model baru ini sudah dapat dipesan secara pre-order di Amerika Serikat melalui Meta.com dan Ray-Ban.com dengan nilai mulai dari US$499 alias sekitar Rp8,5 juta.
Kacamata ini bakal tersedia di toko-toko kacamata di AS dan pasar internasional tertentu mulai 14 April mendatang.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com di laman penjualan Meta, kacamata AI terbaru ini bisa mengakomodir resep lensa single hingga minus 6 dan silinder 4. Sementara untuk lensa progresif, resep kacamata nan bisa digunakan adalah maksimal minus 6, silinder 4, dan plus 3,5.
Namun, lensa-lensa tersebut hanya dapat mengakomodir power kombinasi hingga -6 alias +6.
Meta merilis dua model kacamata pandai baru nan bisa digunakan oleh pengguna dengan mata minus. Perangkat ini dibanderol dengan nilai mulai US$499 alias sekitar Rp8,5 juta. (Foto: Arsip Meta)
Lebih lanjut, Meta juga merilis sejumlah fitur baru untuk kacamata pintarnya, seperti mempermudah pencarian nutrisi melalui kacamata AI.
Caranya cukup dengan perintah bunyi sederhana alias foto cepat, pengguna dapat mencatat apa nan dimakan tanpa perlu menyentuh layar, dan Meta AI bakal mengekstrak perincian nutrisi utama serta menambahkannya ke catatan makanan Anda di aplikasi Meta AI.
Seiring waktu, catatan makanan pengguna bakal memberikan wawasan nan dipersonalisasi dan semakin berguna, kemudian membantu membikin pilihan nan lebih sehat dan lebih tepat.
Pengguna juga dapat meminta rekomendasi dari Meta AI, seperti "Apa nan kudu saya makan untuk meningkatkan daya saya?".
Fitur ini bakal segera tersedia bagi pengguna berumur 18 tahun ke atas di AS nan menggunakan kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta, serta kacamata Meta Ray-Ban Display pada musim panas ini.
Meta juga memperkenalkan ringkasan dan riwayat WA tanpa perlu menyentuh perangkat ke dalam Program Akses Awal (EAP).
Pengguna dapat bertanya, "Hey Meta, beritahu saya tentang pesan-pesan saya," untuk ringkasan obrolan grup nan ringkas, alias meminta perincian spesifik seperti, "Apa nan disarankan Jamie untuk makan malam?"
Meta menyebut hubungan ini diproses di perangkat dan tetap privat dengan enkripsi ujung-ke-ujung. Fitur ini bakal segera tersedia di EAP bagi pengguna kacamata Ray-Ban Meta, Oakley Meta, dan Meta Ray-Ban Display.
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·