MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Dukungan Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Batara Tahun Ajaran 2026/2027 di aula rumah kedudukan Bupati setempat, Kamis (23/4).
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menekankan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bukanlah sekadar rutinitas administratif tahunan. Ia menyebut SPMB sebagai gerbang awal nan krusial dalam memastikan seluruh anak di daerahnya mendapatkan akses pendidikan nan berbobot dan merata.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan SPMB kudu berdasarkan pada prinsipprinsip fundamental. Prinsip tersebut meliputi objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, serta terbebas dari segala corak diskriminasi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap bumi pendidikan berjuntai pada seberapa bersih dan jujur proses ini dijalankan.
“Sistem penerimaan baru bukan hanya sekedar proses administratif tahunan, tetapi merupakan gerbang awal dalam memastikan pemerataan akses pendidikan nan berbobot bagi seluruh anak di wilayah kita ini,” tegasnya.
Dia membujuk seluruh pihak, untuk memegang teguh komitmen nan telah ditandatangani. Komitmen tersebut mencakup penyelenggaraan proses sesuai peraturan perundang-undangan, menjaga profesionalitas, memberikan pelayanan adil, serta menolak segala corak kecurangan dan penyalahgunaan wewenang. Bupati juga memerintahkan jejeran inspektorat pendidikan untuk melakukan pengawasan optimal.
Ia meminta agar seluruh proses diawasi dengan ketat dan memberikan ruang seluas luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan jika ditemukan kejanggalan.
“Oleh lantaran itu, saya membujuk seluruh pihak khususnya para penyelenggara pendidikan untuk betul-betul memegang teguh komitmen nan telah ditandatangani hari ini,” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, dia menyatakan pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem SMPB dari tahun ke tahun. Perbaikan berkepanjangan ini dinilainya krusial untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak nan tersendat akses pendidikannya lantaran sistem nan tidak adil.
Di akhir bagian sambutannya mengenai pendidikan, Bupati mengingatkan bahwa pendidikan menempati prioritas kedua setelah kesehatan. Hal ini menjadi landasan kenapa proses PPDB kudu dijalankan dengan integritas setinggi-tingginya demi masa depan generasi penerus daerah. (ren/nue/kpg)
MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Dukungan Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Batara Tahun Ajaran 2026/2027 di aula rumah kedudukan Bupati setempat, Kamis (23/4).
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menekankan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bukanlah sekadar rutinitas administratif tahunan. Ia menyebut SPMB sebagai gerbang awal nan krusial dalam memastikan seluruh anak di daerahnya mendapatkan akses pendidikan nan berbobot dan merata.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan SPMB kudu berdasarkan pada prinsipprinsip fundamental. Prinsip tersebut meliputi objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, serta terbebas dari segala corak diskriminasi. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap bumi pendidikan berjuntai pada seberapa bersih dan jujur proses ini dijalankan.
“Sistem penerimaan baru bukan hanya sekedar proses administratif tahunan, tetapi merupakan gerbang awal dalam memastikan pemerataan akses pendidikan nan berbobot bagi seluruh anak di wilayah kita ini,” tegasnya.
Dia membujuk seluruh pihak, untuk memegang teguh komitmen nan telah ditandatangani. Komitmen tersebut mencakup penyelenggaraan proses sesuai peraturan perundang-undangan, menjaga profesionalitas, memberikan pelayanan adil, serta menolak segala corak kecurangan dan penyalahgunaan wewenang. Bupati juga memerintahkan jejeran inspektorat pendidikan untuk melakukan pengawasan optimal.
Ia meminta agar seluruh proses diawasi dengan ketat dan memberikan ruang seluas luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan jika ditemukan kejanggalan.
“Oleh lantaran itu, saya membujuk seluruh pihak khususnya para penyelenggara pendidikan untuk betul-betul memegang teguh komitmen nan telah ditandatangani hari ini,” ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, dia menyatakan pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem SMPB dari tahun ke tahun. Perbaikan berkepanjangan ini dinilainya krusial untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak nan tersendat akses pendidikannya lantaran sistem nan tidak adil.
Di akhir bagian sambutannya mengenai pendidikan, Bupati mengingatkan bahwa pendidikan menempati prioritas kedua setelah kesehatan. Hal ini menjadi landasan kenapa proses PPDB kudu dijalankan dengan integritas setinggi-tingginya demi masa depan generasi penerus daerah. (ren/nue/kpg)
1 minggu yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·