Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengumumkan jumlah pasukan Brigade Combat Team (BCT) AS di negara-negara Eropa bakal dikurangi dari empat menjadi tiga.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan keputusan ini diambil sebagai hasil dari "proses komprehensif dan berlapis-lapis" nan berfokus pada posisi AS di Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Deutsche Welle (DW), keputusan ini sejalan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa.
Pentagon tidak menyebut berapa rincian jumlah pasukan nan bakal terkena dampak. Menurut Parnell, pengurangan ini bakal membawa jumlah tentara AS kembali ke tingkat saat 2021.
Menurut laporan Kongres, pasukan BCT terdiri dari 4.000 hingga 4.700 personel.
Pentagon menyatakan keputusan ini bakal berkapak pada penundaan sementara pengerahan pasukan AS ke Polandia.
"Kementerian bakal menentukan penempatan akhir pasukan AS ini dan pasukan AS lainnya di Eropa berasas kajian lebih lanjut tentang kebutuhan strategis dan operasional AS, serta keahlian sekutu kita sendiri untuk menyumbangkan pasukan untuk pertahanan Eropa," demikian pernyataan Pentagon.
"Analisis ini dirancang untuk memajukan agenda 'America First' Presiden Trump di Eropa dan wilayah lainnya, termasuk dengan memberikan infensif dan memungkinkan sekutu NATO memikul tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa," lanjut Pentagon, seperti dikutip Fox News.
Sekitar 10.000 tentara AS biasanya ditempatkan di Polandia, sebagian besar bekerja dalam penempatan bergilir nan berjalan selama beberapa bulan. Karena kehadiran militer AS di Polandia sangat berjuntai pada rotasi tersebut, penghentian penempatan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Polandia.
Wakil Menteri Pertahanan Polandia mengatakan Warsawa berencana menekan para pejabat AS dalam beberapa hari mendatang mengenai keputusan tersebut.
"Kami bakal mengusulkan pertanyaan dan saya kira kami bakal mendapatkan jawaban," kata Wakil Menteri Pertahanan Polandia Paweł Zalewski kepada Fox News Digital.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah memperjelas bahwa dia berambisi negara-negara Eropa mengambil tanggung jawab lebih banyak atas keamanan benua tersebut. Trump tak mau Eropa terlalu berjuntai pada AS.
Hubungan AS dengan Eropa termasuk aliansi NATO juga terus merenggang gegara sejumlah langkah Trump seperti niat mencaplok Greenland dari Denmark hingga menuntut Eropa membantu AS memerangi Iran.
Namun, sejumlah negara Eropa secara gamblang menolak turun tangan membantu AS memerangi Iran. Inggris sampai Prancis apalagi blak-blakan melarang AS menggunakan wilayah udara hingga pangkalannya untuk melancarkan serangan ke Iran.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·