CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 16:15 WIB
Ilustrasi. Orang nan suka mengikuti buletin politik rupanya mempunyai kepribadian tertentu. (dok. LG)
Jakarta, CNN Indonesia --
Orang mempunyai minat nan berbeda-beda dalam mengonsumsi informasi. Ada nan memulai hari dengan mengecek perkembangan politik terbaru, sementara nan lain lebih tertarik pada buletin hiburan, gaya hidup, alias olahraga.
Lalu, apa nan membikin seseorang begitu tertarik mengikuti buletin politik?
Melansir penelitian Personality and Political News Consumption Online, ilmu jiwa menunjukkan bahwa kesukaan terhadap buletin politik rupanya tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan alias kondisi ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kepribadian juga memainkan peran krusial dalam menentukan apakah seseorang bakal aktif mencari info politik alias justru menghindarinya.
Penelitian tersebut merujuk pada konsep Big Five Personality Traits, lima dimensi utama kepribadian nan banyak digunakan dalam ilmu jiwa untuk memahami perilaku manusia. Berikut lima kepribadian nan menunjukkan argumen orang nan suka mengikuti buletin politik:
1. Memiliki rasa mau tahu nan tinggi
Salah satu karakter nan paling sering ditemukan pada orang nan doyan mengikuti buletin politik adalah tingkat openness alias keterbukaan terhadap pengalaman nan tinggi.
Orang dengan karakter ini condong menyukai hal-hal baru, senang mempelajari beragam perspektif, dan tertarik pada isu-isu nan kompleks.
Mereka menikmati stimulasi intelektual dan tidak keberatan menghabiskan waktu untuk memahami persoalan sosial maupun politik nan sedang berkembang.
Tak heran jika mereka sering membaca berita, mengikuti obrolan publik, alias mencari info tambahan untuk memahami suatu peristiwa secara lebih mendalam.
2. Senang berbincang dan berganti pendapat
Ketertarikan pada politik juga kerap ditemukan pada perseorangan nan mempunyai sifat ekstrover.
Ekstrover umumnya mendapatkan daya dari hubungan sosial. Mereka menikmati percakapan, debat, serta pertukaran buahpikiran dengan orang lain.
Karena politik sering kali menjadi topik nan melibatkan obrolan dan perbedaan pandangan, orang dengan karakter ini condong lebih tertarik untuk mengikuti perkembangannya.
Bagi mereka, buletin politik bukan sekadar informasi, tetapi juga bahan untuk berbincang dan membangun relasi sosial.
3. Lebih stabil secara emosional
Melansir HuffPost, penelitian juga menemukan bahwa perseorangan dengan tingkat stabilitas emosi nan tinggi condong lebih terlibat dalam rumor politik.
Sebaliknya, mereka nan lebih mudah merasa resah alias terbebani oleh beragam persoalan pribadi condong kurang tertarik mengikuti buletin politik secara intensif.
Alasannya sederhana. Politik sering menghadirkan konflik, ketidakpastian, dan perdebatan nan cukup menguras daya emosional.
Orang nan bisa mengelola emosinya dengan baik biasanya lebih nyaman menghadapi dinamika tersebut.
4. Memiliki rasa tanggung jawab sosial
Karakter conscientiousness alias sifat bertanggung jawab juga berasosiasi dengan konsumsi info politik.
Orang dengan sifat ini biasanya disiplin, terorganisasi, dan mempunyai kepedulian terhadap patokan maupun kehidupan bermasyarakat. Mereka condong merasa krusial untuk memahami kebijakan publik lantaran melihatnya sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai penduduk negara.
Bagi golongan ini, mengikuti buletin politik bukan sekadar kebiasaan, melainkan langkah untuk tetap terhubung dengan isu-isu nan memengaruhi kehidupan bersama.
5. Tidak terlalu menghindari konflik
Menariknya, penelitian menemukan bahwa orang nan sangat tinggi dalam sifat agreeableness alias mudah bermufakat justru condong kurang tertarik pada buletin politik.
Mereka umumnya menghargai keselarasan dan berupaya menghindari konflik. Sementara itu, bumi politik sering kali dipenuhi perbedaan pendapat, persaingan, hingga perdebatan nan tajam.
Karena argumen tersebut, sebagian orang nan sangat menyukai suasana tenteram mungkin memilih menjauhi topik politik agar tidak terlibat dalam ketegangan sosial.
Orang nan rutin mengikuti buletin politik umumnya mempunyai rasa mau tahu nan besar, terbuka terhadap buahpikiran baru, nyaman berdiskusi, dan mau memahami gimana keputusan publik memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Bagi mereka, politik bukan sekadar drama kekuasaan, melainkan bagian dari upaya memahami bumi nan terus berubah.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·