Struktur Misterius Terkubur Sedalam 6 Meter Di 'bukit Firaun'

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sebuah penemuan mengejutkan datang dari Mesir. Para arkeolog sukses mengidentifikasi struktur misterius berukuran besar nan terkubur di bawah tanah menggunakan teknologi satelit canggih.

Struktur tersebut ditemukan di area Buto, Mesir utara, tepatnya di situs Tell el-Fara'in nan dikenal sebagai 'Bukit Para Firaun'. Struktur ini terkubur pada kedalaman sekitar tiga hingga enam meter di bawah permukaan tanah.

Penemuan ini bermulai dari kajian gambaran radar satelit Sentinel-1. Tim peneliti nan dipimpin Mohamed Abouarab ini menemukan anomali di permukaan tanah nan mengindikasikan adanya gedung tersembunyi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemindaian tanah mengungkap struktur seluas 500 meter persegi nan terkubur di Buto, Mesir, dengan indikasi ritual dan kemungkinan kegunaan keagamaan kuno," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Click Petroléo e Gas, Sabtu (11/4/2026).

Untuk memastikan temuan tersebut, para intelektual kemudian menggunakan teknik Electrical Resistivity Tomography (ERT). Metode ini bekerja dengan mengalirkan arus listrik ke dalam tanah untuk mengukur resistansi di beragam lapisan.

Hasilnya, terdeteksi struktur berbahan bata lumpur dengan ukuran sekitar 25 x 20 meter alias sekitar 500 meter persegi. Struktur ini tertutup oleh lapisan puing dan keramik nan menumpuk selama berabad-abad.

Penggalian lanjutan mengungkap bahwa gedung tersebut berasal dari periode Saite, sekitar 2.600 tahun lalu. Ini merupakan masa dinasti terakhir penguasa original Mesir sebelum penaklukan Persia.

Di letak tersebut juga ditemukan beragam artefak penting, seperti jimat dan patung nan berangkaian dengan dewa-dewi Mesir antik seperti Isis, Horus, dan Wadjet. Temuan altar di dalamnya semakin menguatkan dugaan bahwa tempat ini mempunyai kegunaan keagamaan.

Menariknya, para peneliti menduga tetap ada struktur lain nan lebih besar tersembunyi di bawah lapisan tanah liat tebal di area tersebut. Penelitian lanjutan pun direncanakan untuk memperdalam eksplorasi.

Di wilayah seperti Delta Nil nan mempunyai kondisi tanah kompleks dan susah digali, pendekatan berbasis satelit menjadi kunci untuk mengungkap jejak peradaban antik nan terkubur ribuan tahun.


(rns/hps)

Sumber detik-inet