Jakarta -
Industri startup di Indonesia saat ini sudah tidak segemilang era sebelum COVID-19. Telkomsel sebagai penyelenggara program inkubator NextDev turut menyoroti kejadian ini.
Setelah menggelar 11 jenis NextDev, Telkomsel telah menginkubasi 162 startup dari seluruh Indonesia. Andry Priyo Santoso, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel mengaku sebagian besar dari startup ini sudah bertumbangan.
"Startup itu banyak banget tumbuhnya, hanya orang akhirnya jadi hit-and-run. Mereka lebih kepada untuk nyari cuan saja, begitu valuasinya tinggi kebiasaan mereka jual," kata Andry dalam media briefing di sela-sela NextDev Summit ke-11 di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lima tahun nan lampau kan pernah ada istilah winter tech, jadi memang orang mikir startup saja jatuh segala macam lantaran kondisi itu," sambungnya.
Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel (kiri) dan Andry Priyo Santoso, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Andry mengungkap dari 162 startup alumni NextDev, nan saat ini tetap beraksi mungkin sekitar 25% dan sisanya sudah bertumbangan. Namun, bisa juga startup-startup ini saling bekerja-sama menggabungkan bisnisnya.
Guna memperpanjang keberlangsungan upaya startup, Telkomsel mengubah kurikulum NextDev dengan memperkuat fundamentalnya. Selain itu, Telkomsel juga bakal mencari startup dengan konsep upaya nan lebih berkepanjangan untuk gelaran NextDev berikutnya.
Untuk program NextDev ke-11, Telkomsel sudah memilih 10 startup teratas nan telah memamerkan penemuan berbasis AI. 10 startup finalis ini telah digembleng selama tujuh bulan serta bekerja-sama dengan mentor, alumni, investor, dan mitra ekosistem digital.
"Jadi bukan kita nan mengembangkan startup-nya, tapi gimana early business nan ada kita inject dengan teknologi, dan khususnya digital technology dan AI," kata Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel dalam kesempatan nan sama.
"Mudah-mudahan dengan modulasi nan sekarang sudah cukup tuh untuk kita teruskan di tahun depan. Karena kembali lagi, setiap program apapun kita evaluasi," pungkasnya.
(vmp/vmp)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·