WASHINGTON, DC – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan posisi tawar Indonesia sebagai raksasa ekologi bumi dalam forum internasional berjudul “Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” nan digelar di Washington, DC, Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di hadapan perwakilan pemerintah global, akademisi, dan lembaga sertifikasi internasional, Sari menekankan bahwa rimba tropis Indonesia bukan sekadar warisan alam, melainkan aset strategis nan bisa menggerakkan investasi hijau berbobot miliaran dolar melalui pasar karbon nan berintegritas.
Pergeseran Paradigma: Dari Komoditas ke Konservasi
Sari Yuliati menjelaskan bahwa Indonesia sekarang berada di titik krusial dalam menghadapi krisis iklim. Menurutnya, aset berupa hutan, tanah, dan ekosistem mangrove menjadikan Indonesia sebagai pusat penyimpanan karbon (carbon sink) nan sangat vital bagi stabilitas suasana bumi.
“Hutan kita bukan hanya bernapas untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” ujar Sari.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pelestarian ekosistem di Indonesia mempunyai akibat langsung terhadap pencapaian sasaran emisi nol bersih (Net Zero Emission) global.
Peluang Investasi Hijau dan Ekonomi Baru
Visi nan diusung oleh ketua DPR RI ini menitikberatkan pada komersialisasi pelestarian alam melalui sistem pasar karbon nan transparan. Dengan pengukuran potensi penyerapan karbon nan jeli pada ekosistem rimba dan mangrove, Indonesia diprediksi bisa menarik aliran modal besar dari penanammodal dunia nan mencari angsuran karbon berbobot tinggi.
Lebih lanjut, Sari mengingatkan bahwa perubahan suasana bukan lagi ancaman teoritis nan dibahas di ruang-ruang akademik, melainkan realitas nan nyata dirasakan oleh masyarakat di beragam provinsi di Indonesia, mulai dari musibah hidrometeorologi hingga perubahan pola cuaca nan ekstrem.
Oleh lantaran itu, dia mendorong adanya kerjasama lintas sektor nan kuat antara pemerintah, organisasi mitra internasional, dan sektor swasta. Dukungan legislatif bakal difokuskan pada penguatan izin agar pasar karbon nasional mempunyai tata kelola nan bersih dan akuntabel.
Menuju Kolaborasi Global
Menutup pidatonya, Sari Yuliati membujuk organisasi internasional untuk bekerja sama secara aktif dalam memastikan pasar karbon Indonesia melangkah sesuai standar global.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat agenda pembangunan nasional melalui jalur ekonomi hijau nan berkelanjutan.
“Kita memerlukan transparansi dan kredibilitas untuk memastikan bahwa kontribusi Indonesia dalam menyerap karbon diakui bumi dan memberi faedah nan sepadan bagi rakyat kita,” pungkas Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati.
(adista)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·